Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / NASIONAL / Prioritas Utama P2JN Papua Barat Konektivitas Pembangunan Jalan Perbatasan Tembus Papua
IMG-20170808-WA0004

Prioritas Utama P2JN Papua Barat Konektivitas Pembangunan Jalan Perbatasan Tembus Papua

Kepala Satuan Kerja P2JN Papua Barat Ledryk A, Latuputty, ST
Kepala Satuan Kerja P2JN Papua Barat Ledryk A, Latuputty, ST
Proyek ruas jalan nasional 2017 lokasi pekerjaan Gunung Bota Papua Barat
Proyek ruas jalan nasional 2017 lokasi pekerjaan Gunung Bota Papua Barat

Manokwari, Amunisinews.com – Jalan Trans-Papua adalah jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua, membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer (km).

Dari total panjang tersebut, terbagi atas 3.259,45 km di Provinsi Papua dan 1.070,62 km di Provinsi Papua Barat.

Di ruang kerjanya Kepala Satuan Kerja P2JN Papua Barat Ledryk A, Latuputty, ST biasa dipanggil Amto yang selalu akrab dengan insan pers, kepada wartawan Amunisi mengatakan, selain jalan nasional, pembangunan jalan perbatasan menurutnya akan menjadi prioritas utama dalam program konektivitas.

“Saat ini ada tiga fokus jalan nasional dan perbatasan yang digarap oleh BPJN Papua Barat,” katanya.

Khusus di Provinsi Papua Barat memiliki panjang 1.070,62 km yang terbagi dua ruas. Segmen I dari Sorong-Maybrat-Manokwari dengan panjang 594,81 km dan Segmen II dari Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua , memiliki panjang 475,81 km dengan realisasi pembangunan sampai 2016 masih menyisakan 11,86 km hutan yang masih harus dikerjakan untuk menyambungkan jalan dan itu menjadi prioritas tahun 2017. Menurutnya 11,86 km setelah hutan telah dibangun jalan menuju Wasior serta telah tembus sampai dengan perbatasan Provinsi Papua, Nabire.

Lebih lanjut Amto menjelaskan, sampai 2016, dari 475,81 km total panjang segmen II, yang sudah di aspal baru sepanjang 147,99 km dan 315,96 masih berupa tanah/japat atau urugan pilihan.
Pembebasan hutan sepanjang 11,86 km yang berada di segmen II ini akan diselesaikan pada tahun 2017. Dengan begitu, maka jalan Trans Papua di Provinsi Papua Barat sudah tersambung 100% di akhir tahun ini. Arah sebaliknya dari Nabire kewasior sudah sampai ke perbatasan, jadi hanya terputus sekitar 12 km

“Tugas kita, Oktober sudah road show dengan kondisi yang ada kita sudah selesai tembus sampai ke papua tinggal dibenahi untuk peningkatan infrastrukturnya. Tahun depan kita masuk kontrak multiyeards dari Mameh sampai Windesi kurang lebih 20 kilo kita Aspal, kedua kita akses ke pabrik sagu dari Teminabuan Tambrauw (Kais), itu menjadi intruksi presiden,” tegas Amto.

Untuk wilayah selatan Papua Barat, Amto mengatakan, jalan penghubung dari Fak-Fak Kaimana Tembus windesi itu juga kita kerjakan tahun ini.

“Optimis, kita untuk tahun 2017 rampung jalan trans Papua Barat tembus sampai ke Papua dan harapan kepada masyarakat bisa mendukung, karena tembusnya jalan-jalan di pedalaman Papua, mulai dari pegunungan, hutan, dan sungai akan menumbuhkan sumber-sumber perekonomian baru bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. (Rahman)

(Visited 125 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG-20170818-WA0069

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, TNI- Polri Berikan Penghargaan kepada Bupati Merauke

MERAUKE, AMUNISINEWS.COM: Upacara peringatan HUT kemerdekaan RI ke-72, Kamis 17Aagustus 2017 di Kabupaten Merauke dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *