Jumat , 19 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / Ancam Pecat 30 Petugas Security, RW17 Pegangsaan Dinilai Arogan

Ancam Pecat 30 Petugas Security, RW17 Pegangsaan Dinilai Arogan

Oleh Tim

felix l

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No: 168 tahun 2014, Rukun Warga (RW) dibentuk oleh Forum Musyawarah Warga yang terdiri dari warga dan rukun tetangga (RT).

Adapun tugas dan fungsinya adalah membantu pemerintah, dalam hal ini kelurahan, di dalam melayani masyarakat berupa kependudukan, kesehatan, keamanan, ketertiban lingkungan serta krbersihan yang mengacu pada program – program Kelurahan.

Fungsi RT/RW lebih luas dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No: 5 tahun 2007.

Pasal 14 : RT/RW sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d mempunyai tugas membantu Pemerintah Desa dan Lurah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Pasal 15: RT/RW dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 mempunyai fungsi pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya; pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga; pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat; dan penggerak swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya.

Namun dalam kenyataannya, Pengurus RT/RW rawan menjadi raja – raja kecil di lingkungannya, inilah hal yang diingatkan oleh Pergub 168 tahun 2004, jangan sampai RT dan RW menjadi raja – raja kecil.

Kekhawatiran gubernur sudah terbukti, Ketua RW 17, Felix Lawalata dan Wakilnya Santoso banyak dikeluhkan warga dan keamanan RW 17.  Hasil penelusuran media ini berhasil mengungkap berbagai peristiwa bentuk arogansi Felix dan Santoso.

Di antaranya adalah 30 orang security terancam dipecat tanpa menghormati UU Tenaga Kerja nomor 13 th 2003, ini berawal dari kelalaian seorang security bernama Awing dan Barudin yang tidak memberikan kartu tamu pada saat jaga, tanpa ampun, seluruh security berjumlah 30 orang terancam dipecat tanpa pesangon yang sesuai.

Kemudian bentuk kesewenang – wenangan Felix lain-nya adalah jika ada lampu penerangan di pos ada jaga yang rusak, maka Santoso mengenakan denda kepada regu yang jaga saat itu uang sejumlah Rp: 4000,000,-, sungguh nilai yang fantastis dan tidak masuk akal.

Salah seorang nara sumber bernama Rasyidi menuturkan, bahkan ada lagi kejadian yang lebih tidak manusiawi, yaitu ketika dua orang security bernama Supriyono dan Aidi sedang berjaga di Nias Raya terjadi insiden mengerikan yaitu mereka tertabrak mobil angkot dan terluka parah hingga dirawat selama 10 hari di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dan diuruslah asuransi Jasaraharja kedua security tersebut, singkat cerita, kedua korban mendapat  uang santunan kecelakaan dari Jasa Raharja. Namun anehnya, Sanntoso meminta uang santunan tersebut kepada kedua korban. “Kedua korban itupun menyerahkan uang santunan tersebut kepada Santoso diduga di bawah tekanan,” tutur Joko Sabtu (28/10/17) di pos Security.

Selain itu, Felix dan Santoso dinilai warga arogan karena memaksakan program pembuatan tanggul bernilai miliaran di wilayah RW 17 dan RW 14 yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan dan sangat mencurigakan dari segi material yang digunakan, mesin pompa air bekas dilaporkan baru, dan tanggul tersebut juga tidak ada besinya.

Sayang, saat dikonfirmasi Minggu (29/10) melalui whatsaap-nya Felix Lawalata tidak menjawab konfirmasi pertanyaan dari media ini, bahkan saat dimintai waktu untuk wawancara pun tidak ada respons dari Felix.

Kini warga berharap Lurah Pegangsaan menegur keras Felix dan Santoso, jika dibiarkan khawatir terjadi chaos di lingkungan tersebut.

(Visited 213 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *