Senin , 20 November 2017
Home / MEGAPOLITAN / Ancam Wartawan, Pelaksana Proyek LPSE Dipolisikan

Ancam Wartawan, Pelaksana Proyek LPSE Dipolisikan

Cas Polres On 341

AMUNISINEWS.COM, BEKASI – Persoalan menjadi membias terkait adanya pemberitaan, Kegiatan LPSE Jaka Setia di Permainkan oknum pelaksana kegiatan LPSE berujung Pidana.

Akibat pengancaman dan penghinaan secara tidak langsung menampar profesi wartawan yang dilontarkan kata kata tak senonoh oleh oknum Pelaksana dengan nada kasar di warung kopi atas belakang kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi. beberapa waktu lalu.

Dengan nada keras yang dilontarkan dengan kata kasar pelaksana kegiatan Proyek LPSE mengatakan wartawan “ee (kotoran BAB/T, red)” ditempat warung kopi dekat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Emang apa lu wartawan “ee”, awas lu ya, kalau lu orang Bekasi di mana ketemu,” kesal pelaksana LPSE dengan nada kasar kepada awak media di warung kopi, sampai jaketnya pun tertinggal di warung. (12/06/2017).

Hal itu Wartawan yang dihina oleh pihak pelaksana kegiatan LPSE (Dorkis), mengatakan bahwa pelaksana yang bernama Dorkis saat di konfirmasi terkait masalah pelaksanaan pekerjaan … tak tau, lanjutnya melontarkan kata kasar dan mengancam.

“Dorkis ngomong, Wartawan “ee” lu, wartawan apa lu, awas lu ya, kalau lu orang Bekasi biar gue datengin lu di mana,” kata Denny T mencontohkan bahasa wartawan yang dihina oleh salasatu oknum pelaksana LPSE (Dorkis).

“Saya laporkan permasalahan ini ke polisi, terkait penghinaan dan pengancaman,” ucap Denny (wrtw IA, red)

Tak sampai disitu saja Denny yang merasa terhina dan merasa Terancam Jiwanya. Langsung melaporkan tindakan oknum Pelaksana satu Kontraktor, Dilaporkan ke Polresta Bekasi Kota, melaporkan kejadian diwarung dekat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) jalan Lapangan Tengah Bekasi. dengan nomor surat laporan/pengaduan :STPL/954/K/VI/2017/SPKT/Resto Bks Kota, Dan pihak kepolisian akan segera memproses perkara tersebut paling lambat 3 hari.

Adanya penghinaan terhadap wartawan, pelaksana salah satu Kontraktor LPSE telah menentang Undang-undang pokok Pers yang telah di atur pada Undang- Undang no 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers. Yang pada UU Pers no 40 tahun 1999 di jelaskan, Wartawan di lindungi undang-undang, barang siapa sengaja menghalangi kinerja wartawan akan di kenakan sanksi pidana maksimal 2 tahun penjara denda 500juta rupiah.

Di sisi lain, ditempat yang sama karena merasa risih, Saut Nenggolan salah satu dari beberapa saksi mata, menanyakan kepada rekan-rekan yang lain ada apa ini sich koq ribut-ribut mulut disini,,,? tanya Saut dilokasi memberikan keterangan bahwa ada cekcok mulut antara pelaksana kegiatan Proyek LPSE di warung kopi dekat Dinas PUPR Kota Bekasi dengan wartawan.

“Dengan kata kasar orang itu (berambut panjang di belakang memakai masker) mengatakan, wartawan “kotoran BAB/T”, kepada wartawan yang duduk di bangku warung, dan terdengar ada kata ngancam, awas lu, udah seperti jagoan orang itu,” ucap Saut di lokasi kejadian yang nyaris baku hantam.

Tak hanya Saut Nenggolan yang mendengar nada yang sumbang, Cupa Siregar pun mendengar hal yang sama dengan melontarkan kata kasar kepada wartawan di lokasi kejadian pun merasa kesal dengan ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh oknum Pelaksana tersebut.” Ungkap Denny pada Amunisinews.com. * Casban

(Visited 94 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *