Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / MEGAPOLITAN / Boy Sadikin Siap “Melawan”

Boy Sadikin Siap “Melawan”

boy-sadikinBoy Sadikin

AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Siapa yang tidak kenal almarhum Ali Sadikin? Putra Sumedang ini dikenal sebagai ikon “bapaknya” Jakarta.

Ia yang mampu menyulap Jakarta sebagai “kampung besar” menjadi kota metropolis. sehingga, sampai sekarang, sulit disejajarkan dengan gubernur lainnya.

Makanya, ketika Jakarta punya “hajat” memilih gubernur, orang pun eling kepada Ali Sadikin. Disinilah, mencuat sosok anaknya, Boy B Sadikin. Ketua DPD PDIP Jakarta ini diusung oleh sebagian kader moncong putih Banteng itu maju dalam Pilkada DKI mendatang.

Boy, selain titisan Bang Ali, diharapkan dapat membenahi Jakarta, sekaligus mengubah “wajah” Pemprov tidak “beringas” menggusur sana sini hunian warga DKI yang miskin.

Harap maklum, sejak Jakarta dipimpin oleh Ahok, tak pernah lepas dari gusur menggusur. Bukan hanya satu atau dua kali, melainkan puluhan lokasi digusur paksa dengan traktor.

Dari mulai Kali Jodoh, Luar Batang, hingga haul menggusur warga di Bukit Duri. Stempel gubernur menggusur begitu melekat pada Ahok.

Namun, entah kenapa, DPP PDIP tampaknya lebih enjoy memilih Ahok. Padahal, Ahok yang asal Bangka Belitung itu, bukanlah warga “wong cilik”. Ia berasal dari Gerindra, yang keluar hingga sekarang menjadi independen.

Sementara Boy, yang sejak ayahnya adalah tulen Soekarnois. Ingat saja, Bang Ali ditunjuk oleh Soekarno menjadi gubernur.

Sikap PDIP yang tidak mengusung kadernya sendiri, membuat gerah sebagian pendukungnya. Lebih-lebih, warga yang digusur oleh Ahok, rata-rata wong cilik yang dikenal militan terhadap PDIP.

Tanpa wong cilik itu, khususnya di era Orde Baru, sulitlah membayangkan PDIP saat ini.

Makanya, Boy pun bereaksi. Ia menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Sikap ini diambil lantaran Boy menolak Ahok, yang dinilai pelbagai kalangan “bertangan besi” menggusur warga DKI.

“Aspirasi saya tentang Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta berbeda dengan keputusan Ketua Umum DPP PDIP,” demikian suratnya, yang beredar viral di media sosial.

Kemundurannya pun diakui untuk mengantisipasi gejala buruk pada soliditas dan keutuhan partai. “Perbedaan tersebut pada hemat saya akan berakibat negatif pada keutuhan dan soliditas PDIP dalam menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah di DKI Jakarta 2017.”

 

 

 

Oleh: *lian

(Visited 64 times, 1 visits today)

Simak Juga

Kombes-Suyudi-310x165

Dampingi Paskibraka Menjadi Pengalaman Tak Terlupakan Bagi Sosok Perwira Ini

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Kompleks Wisma PPON Cibubur bukanlah daerah yang asing bagi Kapolres Metro Jakarta …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *