Jumat , 24 November 2017
Home / SOSOK & TOKOH / Dampingi Paskibraka Menjadi Pengalaman Tak Terlupakan Bagi Sosok Perwira Ini
Kombes-Suyudi-310x165

Dampingi Paskibraka Menjadi Pengalaman Tak Terlupakan Bagi Sosok Perwira Ini

Kombes-Suyudi-310x165
Kapolres Jakarta Pusat kombes Pol Suyudi Ario Seto SIK. (Ist)

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Kompleks Wisma PPON Cibubur bukanlah daerah yang asing bagi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto SIK. Di tempat ini tiga belas tahun lalu, ia sempat menemani 68 siswa-siswi terbaik di seluruh Indonesia mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka tahun 2004.

Saat itu mewakili Polri bersama tiga rekannya dari AU, AL dan AD, Yudi demikian panggilan akrab Kombes Pol Suyudi Ario Seto SIK, berlatih menjadi Komandan Pasukan (Danpas) yang nantinya menjadi bagian tak terpisahkan dari Paskibraka yang akan bertugas di Istana Negara.

Dari pagi hingga sore, kami semua sudah bangun untuk olahraga, sarapan lalu latihan baris-berbaris hingga simulasi upacara. Kemudian walaupun hanya sebagai pendengar mendampingi adik-adik, kami juga ikutan materi kelas yang bertemakan etika, wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.

“Suasana latihan di Cibubur adalah pengalaman yang seru dan nggak akan terlupakan, karena bersama rekan dari angkatan lain sebagai danpas hampir sebulan saya tinggal disana mengikuti kehidupan adik-adik selama pelatihan,” kata Yudi yang juga Mantan Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

Selama latihan kita harus fokus, disiplin, konsisten dan harus bisa memberikan motivasi kepada adik-adik.

“Saya lihat secara fisik, mental dan secara kemampuan adik-adik sudah bagus, jadi kita tinggal memberikan spirit agar mereka semangat dan memiliki mental yang lebih kuat dalam menjalani rangkaian pendidikan dan pelatihan di Cibubur,” ujar pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973 ini.

Lulusan Akpol 1994 ini meyakini dalam latihan tidak cuma intelektual yang diperlukan, apalagi mereka adalah orang pilihan. Tapi yang paling penting adalah disiplin, mental yang baik, kemudian kecintaan kepada tanah air.

Menurut Mantan Kapolres Majalengka ini rasa cinta tanah air adalah wawasan kebangsaan. Sedang kedisiplinan dan jiwa korsa pasti akan terbentuk selama pelatihan itu. Dan nilai-nilai itu kelak akan memupuk mereka menjadi orang yang hebat dan berkarakter kuat.

Yudi tak asal berkisah. Di tahun 2004, tahun saat dirinya menjalani latihan sebagai Danpas, ada sosok Sang Ngurah Wiratama Satriapathy lulusan Akademi Kepolisian tahun 2009 yang sukses dalam karirnya di pasukan dan kini sedang menjalani pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

“Itu ada beberapa yang saya kenal. Yang lain saya yakin juga banyak yang sudah meniti karir di jalurnya masing-masing dan saya berusaha monitor perkembangannya di media sosial,” tutur Mantan Kapolsek Metro Tanah Abang ini.

Mantan Kapolresta Bogor Kota ini menuturkan, baginya proses pendidikan dan pelatihan paskibraka adalah konsep pelatihan yang ideal untuk pemuda-pemudi Indonesia.

“Bersyukurlah adik-adik yang pernah mendapat tempaan di Paskibraka apalagi tingkat nasional. Itu kebanggaan yang tiada tara. Karena membawa nama bangsa, negara, daerah, sekolah dan keluarga. Jadi sesuatu yang layak untuk dibanggakan,” tuturnya.

(Visited 35 times, 1 visits today)

Simak Juga

patris- nasional

Sosok Patris Yusrian di Mata Wartawan Babel : Tak Pernah Kompromi dengan Pelaku Korupsi

oleh robby PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM-Sosok DR.Patris Yusrian, SH,  MH yang mejabat Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *