Jumat , 19 Januari 2018
Home / NASIONAL / Dandim Terima 4 Pucuk Senpi Rakita dari Pemangku Adat Tidung

Dandim Terima 4 Pucuk Senpi Rakita dari Pemangku Adat Tidung

senpi rakitan- nasional
Senpi Rakitan . FOTO: IST)

NUNUKAN,AMUNISINEWS.COM-Komando Distrik Militer (Kodim) 0911 Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utara (Kaltara),Selasa pekan kemarin menerima sedikitnya 4 pucuk senjata dari Ibrahim Latif Pemangku adat Tidung jenis penabur ke markas Kodim Nunukan.

Ibrahim Latif mengatakan bahwa,kepemilikan senjata api oleh masyarakat adat tidak relevan banyak kasus yang membuktikan senjata api illegal justru menimbulkan rasa percaya diri berlebihan sehingga berpotensi memicu konflik social. “Saya juga menghimbau agar seluruh warga khususnya Tidung dapat menyerahkan senjata api jenis penabur kepihak berwajib,”ujarnya.

Menurut Ibrahim Latif, 4 pucuk senjata api laras panjang rakitan jenis penabur beserta 8 butir amunisi yang diserahkannya kepada Komando Distrik Militer(Kodim)0911 Nunukan tersebut,memang selama ini hanya untuk membekali diri saat pergi ke kebun berburu binatang hutan dan juga untuk menjauhkan amukan binatang buas.

Dengan menyerahkan 4 pucuk senjata api laras panjang rakitan jenis penabur dan 8 butir Amunisi,maksud Pemangku Adat Tidung untuk menciptakan kenyamanan dan kedamaian di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Nunukan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Komandan Kodim 0911 Kabupaten Nunukan Letkol Kavaleri Valian Wicaksono Magdi memberikan apresiasi dan penghormatan kepada pemangku adat Tidung atas niat baiknya.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0911 Nunukan membenarkan kepemilikan senjata api illegal bisa dikenai Undang-undang(UU) darurat nomor.12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api illegal.

Menurut Letkol.Kavaleri Valian Wicaksono Magdi bahwa,Undang-undang(UU)tersebut, mencantumkan konsekwensi memiliki senjata api(Senpi)tanpa izin,pemilik bisa dikenai pidana penjara 20 tahun bahkan hukuman mati karena berpotensi membahayakan ketentraman,kenyamanan dan keamanan Negara.

“Sebagai satuan tugas teritorial, pengaman wilayah perbatasan Kodim 0911 Kabupaten Nunukan terus melakukan komunikasi sosial,memberikan pemahaman larangan Senjata Api illegal,”jelasnya.

Perlu diketahui pula bahwa,dari awal Januari hingga September 2017 pihak Kodim 0911 Nunukan telah berhasil mengumpulkan 26 pucuk senjata api jenis penabur dan untuk di tahun 2016 lalu,pihak Kodim Nunukan juga berhasil mengumpulkan 33 Ssnjata api jenis senapan penabur dan 1 buah pistol organik juga diterima dari penyerahan secara swadaya oleh masyarakat.

“Selanjutnya senjata ini semuanya akan kita serahkan ke Kolaks Ops Kodam VI ASN untuk dihimpun lalu dimusnahkan,”terang Letkol.Kavaleri Valian Wicaksono Magdi kepada wartawan pekan kemarin.

Letkol.Kavaleri Valian Wicaksono Magdimenambahkan pula bahwa, banyaknya peredaran senjata api rakitan yang tak kunjung habis menjadi perhatian khusus TNI, mereka mulai melakukan penyelidikan asal muasal senpi, apakah memang ada home industri atau sistem pemesanan,terlebih mayoritas pemilik senpi rakitan dengan begitu mudah memperoleh amunisi jenis penabur. “Ini Pasti menjadi bagian tugas kami,akan kita putus mata rantainya,setelah itu kita akan bongkar semua,”tambahnya.(/RDM).

 

 

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Simak Juga

pamsimas-1

LSM Gebrak Akan Laporkan PPK Pamsimas di Desa Balunijuk Merawang

Oleh Roby SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh akan melaporkan PPK proyek PAMSIMAS Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *