Jumat , 19 Januari 2018
Home / NASIONAL / Dianggap Tidak Sesuai, Pewarta Pesibar Pertanyakan Anggaran Publikasi Set.DPRD

Dianggap Tidak Sesuai, Pewarta Pesibar Pertanyakan Anggaran Publikasi Set.DPRD

Oleh Edison Surya
IMG-20171110-WA0011
PESISIR BARAT, AMUNISIAMUNISINEWS.COM- Sekretariat DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), kurang transparan terkait dana anggaran publikasi media, bahkan lebih dari itu, sejumlah kalangan (red) menilai di dalam tubuh lembaga wakil rakyat bumi para saibatin ini ditengarai sarat akan dugaan tindakan indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran.
“Anggaran untuk publikasi media di Setwan pesisirbarat jumlahnya mencapai angka 2 milliar rupiah lebih, jumlah itu lebih dari cukup, ironisnya kok defisit anggaran khusus untuk publikasi, aneh?,” ucap salah seorang nara sumber kepada amunisinews.com yang minta dirahasiakan identitasnya, Jumat (10/11/2017).
Kata sumber yang bekerja di kantor DPRD setempat tersebut, pribadinya pun bingung dengan kondisi keuangan dikantornya. “Saya gak bisa terlalu jauh berkomentar, disini ada pimpinan yang memegang kendali segala bentuk urusan keuangan,” ucapnya.
Sementara, Sekeretaris DPRD Pesibar Lekat Maulana mengatakan, tidak tahu berapa jumlah dana anggaran publikasi tersebut.
 “Saya tidak tahu, soal dana publikasi untuk pembayaran langganan koran dan program kerjasama dengan media. Coba temui Kabag Umum (Nasrudin). Dia yang menangani urusan publikasi. Kalau berapa jumlah anggaranya, kita nggak bisa nerka-nerka, karena disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Lekat pada sejumlah wartawan, kemarin (9/11).
Senada dengan Sekwan, Kabag Umum Sekretariat DPRD Pesibar Nasrudin mengatakan tidak tahu-menahu terkait dana publikasi tersebut. Menurut dia, semua anggaran, termasuk dana publikasi dikelola sekretaris dewan.
“Saya di sini baru berapa bulan menjabat. Jadi masalah publikasi saya kurang paham dan tidak tahu-menahu. Kalau kuehnya itu yang tau sekwan bebaginya kemana. Jadi saya hanya menjalankan perintah, apa kata sekwan, ya saya ikuti,” kata Nasrudin.
Ketika disinggung soal kegiatan anggota DPRD ke luar wilayah (study banding) yang konon menelan anggaran yang pantastis Nasrudin tak mau menanggapi terkait pertanyaan wartawan. “Saya ini bawahan dinda, ada pimpinan yang lebih berwenang menjelaskannya,” ucapnya.
Disisi lain, pihak Sekretariat DPRD Pesibar dalam setiap pencairan anggaran untuk media, kerap melakukan pungutan liar berupa pemotongan dana pembayaran kerjasama langganan koran/ Adv/ iklan.
 Hal ini dibenarkan oleh sejumlah wartawan yang bertugas di pesisirbarat terkait adanya pemotongan dalam setiap pencairan.
“Setiap pencairan tagihan langganan koran, kami menandatangani berkas bermaterai 6000 dengan nominal pembayara Rp3,3 juta, tetapi yang kami terima hanya Rp2,2 juta sampa Rp2,4 juta saja. Proses pembayaran juga melalui staf honorer. Padahal, seharunya melalui bendahara,” ungkap beberapa pewarta kepada amunisinews.com.
Editor Hendra Usmaya
(Visited 30 times, 1 visits today)

Simak Juga

pamsimas-1

LSM Gebrak Akan Laporkan PPK Pamsimas di Desa Balunijuk Merawang

Oleh Roby SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh akan melaporkan PPK proyek PAMSIMAS Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *