Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / BERITA UTAMA / Diduga Kucurkan Kredit Rp230 M dengan Agunan Sertifikat Tanah Bermasalah, Bank Mandiri ‘Tolak’ Beri Keterangan Data

Diduga Kucurkan Kredit Rp230 M dengan Agunan Sertifikat Tanah Bermasalah, Bank Mandiri ‘Tolak’ Beri Keterangan Data

wilmar-3

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Bank Mandiri diduga memberikan kredit sebesar Rp 230 miliar dengan agunan tanah di Jalan Gatot Subroto, Kav 29-30 sertifikat HGB No. 1663/KB diduga bermasalah.

Tanah yang dijaminkan tersebut, sejak tahun 1974 sudah menjadi obyek sengketa antara PT Sagita Real Estate (PT SRE), PT Multigold dan Laurenz Fritz Saerang. Dan kini tanah tersebut dikuasai oleh PT Harapan Jaya Bumi Pertiwi, hingga kini proses hukumnya belum selesai.

Sayangnya terkait masalah dugaan agunan bermasalah tersebut, Senior Vice President PT Bank Mandiri, Anastasia Widowati P.H yang dikonfirmasi Amunisi, menyatakan bahwa dalam pemberian kredit kepada debitur-debiturnya, PT Bank Mandiri selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dan good Corporate Governance berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Mengenai keterangan, data, dokumen maupun hal-hal lainnya yang berkaitan dengan nasabah PT Bank Mandiri, kami  tidak berwenang untuk menyampaikannya kepada pihak lain kecuali pihak tersebut telah mendapatkan kuasa dari debitur atau nasabah yang bersangkutan,” kata Anastasia Widowati P.H,

Seperti diketahui, kuasa hukum PT SRE Wilmar Rizal Sitorus, SH, MH yang dikonfirmasi pada Kamis (15/6) membenarkan proses hukum tanah tersebut belum selesai atau masih bermasalah, dan tidak dibenarkan bila dijadikan sebagai agunan .

Menurutnya, dia sudah  mengingatkan hal itu kepada Komisi III DPR-RI periode lalu melalui surat resmi, tapi belum ada tanggapan. “Kami sangat sayangkan bila hal itu terjadi karena seharusnya perbankan Indonesia dalam menjalankan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian, sesuai Pasal 2 UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan,” katanya.

Prinsip kehati-hatian, katanya, merupakan prinsip utama bagi perbankan dalam menjalankan usahanya. Prinsip kehati-hatian terutama digunakan dalam penyaluran kredit hingga penyelamatan kredit yang gagal. Sebagai pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, Undang-Undang Perbankan menentukan bank wajib memiliki keyakinan berdasarkan analisis yang mendalam atas asas kredit dan agunan.

Ada Dua Putusan

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa atas sengketa tersebut ditetapkan dua putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, yaitu perkara No. 577-PK/PDT/1999 Jo Nomor:372-PK/PDT/1999, mempunyai kekuatan eksekutorial yang menyebutkan PT SRE satu-satunya yang berhak atas tanah tersebut.

Selanjutnya PT SRE mengajukan sertifikat. Tapi ditolak oleh BPN karena di atas tanah tersebut telah terbit sertifikat HGB No. 1663/Kuningan Timur atas nama PT Harapan Jaya Bumi Pertiwi tanggal 7 Juni 2000 dan atau tiga bulan sebelum perkara diputus.

Surat Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Selatan yang menanyakan masalah tersebut kepada Kepala Kantor BPN Wilayah DKI Jakarta,melalui surat No.: 2194/13-31-74-600/XII/2009, diketahui bahwa sertifikat 1663 tidak didukung perlengkapan persyaratan. Karena itu, selanjutnya PT SRE mengajukan permohonan pembatalan sertifikat 1663/Kuningan Timur.

Selain mengajukan gugatan PT SRE juga melaporkan tindakan dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, dengan Nomor LP 2806/K/X/2009/Spk.Unit tanggal 2 Oktober 2009.

Penyidik kemudian menemukan barang bukti bahwa surat berupa risalah panitia pemeriksaan tanah A No. 1798/RP/PJS/2000 tangfgal 21 Pebruari 2000 yang menjadi dasar penerbitan sertifikat 1663 diduga palsu. Tapi laporan ini dihentikan penyidikannya oleh Polda Metro Jaya ketika Kapolda dijabat Irjen Untung Rajab.

. (tim)

 

(Visited 120 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG-20170518-WA0005

Penyambutan Gubernur Dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Meriah

Manokwari, Amunisinews.com-Penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi Papua Barat dimeriahkan oleh warga masyarakat manokwari. Penyambutan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *