Jumat , 19 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / Diprotes, Perumahan Citra Main Urug Lahan Milik Warga

Diprotes, Perumahan Citra Main Urug Lahan Milik Warga

tigung memplihatkan lahan yang dirug- halaman-1
Tigung memperlihatkan tanah miliknya yang diurug.

JAKARTA, AMUNISI– Masalah pertanahan di Jakarta ibarat benang kusut. Susah diurai dan kalaupun maju ke rana hukum, rakyat selalu menjadi pihak yang lemah. Apalagi, bila lawannya adalah perusahaan besar atau pengusaha berduit.
Nah, masalah pertanahan juga kini tengah melanda Tigung, warga Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Pria ini, kemarin mendatangi Redaksi Amunisi menceritakan nasib yang dialaminya.

Menurut Tigung, tanah miliknya seluas 5005 meter persegi kini dikuasai oleh perumahan elit Citra. ”Tanah yang kini dikuasai Citra itu atas nama Eni bin Emon dengan girik nomer persil 1748,” katanya.

Memang, di lokasi terlihat tanah tersebut telah ditimbun dan menurut seorang pekerja di lokasi, akan segera dibangun Perumahan Citra.

“Saya kaget tiba-tiba tanah diurug. Padahal, saya punya dasar yang kuat, girik yang tidak pernah dipindah tangankan. Pihak Citra seharusnya tidak boleh min urug saja.Butuh proses hukum, karena dalam permasalahan ini belum ada satu pihak pun yang dimenangkan oleh pengadilan. Ini murni perbuatan melanggar hukum. Memang saya orang kecil tapi keadilan milik semua orang. Negara ini negara hukum, keadilan tidak boleh tebang pilih, sekarang jamannya sudah beda, saya akan menindak lanjuti permasalahan ini,” cetusnya kepada Amunisi.

Tigung juga menjelaskan bahwa dirinya telah menemui pihak Citra namun belum menemukan titik temu, bahkan pihak Citra mengklaim bahwa tanah tersebut sudah menjadi milik Citra atas nama Elis yang dbeli oleh H Zakar. Namun, dalam pertemuan tersebut, seperti disaksikan wartawan Amunisi, pihak Citra tidak memperlihatkan bukti secara detail dasar hukum kepemilikan tanah tersebut.

Undang Undang No 52 PRP tahun 1960 pasal 2 dan Undang Undang No 51 PRP tahun 1960 menyatakan bahwa pemakaian tanah tanpa ijin dari yang berhak maupun kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang dan dapat diancam dengan hukum pidana (KUHP). Bahwa seseorang yang secara melawan hukum menjual, menukarkan tanah yang bukan miliknya kepada pihak lain dan memperoleh keuntungan atas perbuatan tersebut diancam pidana paling lama 4 tahun.(bams/ito)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *