Jumat , 22 September 2017
Home / ADVETORIAL / DPRD Pesisir Barat Gelar Paripurna LKPJ 2016

DPRD Pesisir Barat Gelar Paripurna LKPJ 2016

ADVERTORIAL

ADV PESISIR 1

PESISIR BARAT, AMUNISINEWS.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pesisir Barat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Laporan pertanggung jawaban (LKPJ) atas pelaksaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016 di gedung wanita pemkab setempat, yang dimpin langsumg oleh letua DPRD Piddinuri, Senin lalu (24/07/2017)

Dalam laporan Bupati Agus Istiqlal, menyebutkan realisasi pendapatan daerah pada 2016 mencapai Rp738,44 miliar atau 96,36 persen dari target yang di tetapkan sebesar Rp766,30 miliar.

Pendapatan itu meliputi pendapatan asli daerah (PAD) dengan realisasi Rp20,71 miliar rupiah dari target sebesar Rp19,79 miliar rupiah atau sebesar 104,63 persen. Realisasi pendapatan yang melampaui target adalah pendapatan pajak daerah sebesar 109,57 persen, dan lain-lain PAD yang sah 210,85 persen. Sementara pendapatan retribusi daerah hanya terealisasi sebesar 67,28 persen. pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan terealisasi Rp645,54) milar dari target Rp674,32 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi 100 persen sebesar Rp72,18 miliar.

Sedangkan realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp284,27 miliar atau 81,52 persen dari anggaran sebesar Rp348,70 miliar. Realisasi belanja langsung Rp448,47 miliar atau lebih dari 90 peren dari anggaran Rp496,16 miliar. dari sisi penerimaan terjadi defisit anggaran sebesar Rp27,86 miliar, namun ada surplus belanja Rp112,11) miliar. Secara keseluruhan, realisasi APBD 2016 menunjukkan surplus sebesar Rp84,25 miliar yang sekaligus merupakan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2016.

Adapun pandang umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ Pemerintah Pesisir barat tahun anggaran 2016 pada lanjutan rapat paripuna yang di laksanakan, selasa 25 juni 2017 menurut pandangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melihat secara keseluruhan realisasi APBD Kabupaten Pesisir barat tahun anggaran 2016 menunjukan surplus sebesar Rp. 84,25 miliar yang merupakan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2016. Menjadi pertanyaan bagi fraksi PDI Perjuangan. selain itu, berdasarkan hasil LHP BPK tahun 2016 pemerintah Pesibar mendapat presikat wajar dengan pengucualian (WDP).

2 PESISIR

Sedangkan pandangan umum fraksi Pesisir barat bersatu, bahwa LKPJ tahun anggaran 2016 dalam menjalankan tugas pemerintah daerah hatus lebih kontrol dan terkendali, untuk selanjutnya lebih ditingkatkan lagi kualitas dan kontrol pembangunan di Pesisir barat.

Sementara pandangan umum fraksi Gerindra-PKS menekankan bahwa dalam hal kualitas infrastruktur yang ada di Pesisir barat saat ini masih belum maksimal, banyak bangunan dan jalan yang dibangun belum mencapai 1 tahun sudah rusak.

Sementara ketua DPRD Pesisir Barat Piddinuri mengatakan, pada tahun anggaran 2016 pemkab Pesibar serta untuk memenuhi amanat konstitusi kegagalan dan keberhasilan pencapaian indikator kinerja akan menjadi acuan tindakan perbaikan ditahun mendatang. ”LKPJ Kepala daerah merupakan progres atas kinerja pembangunan selama satu tahun dan menjadi kegiatan evaluasi,” katanya.

Lanjut, berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 33 tahun 2004 dan peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 dimana pelaksanaan fungsi pembiayaan pembangunan desentralisasi daerah dibiayai oleh APBD. Yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendaptan yang sah. Berdasarkan struktur keuangan daerah  APBD tahun anggaran 2016 yang meliputi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah serta Pembiayaan Daerah.

Lebih lanjut dikatakan piddinuri, dengan begitu capaian kinerja dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya, sektor pembangunan, sektor Pertanian, Sektor Pendidikan dan Sektor Kesehatan serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) .

Capaian positif dapat memberikan motivasi dan inspirasi baik namun demikian, pihakya juga tetap waspada karena pada saat yang bersamaan juga dihadapkan dengan isu strategis yang menjadi tantangan untuk Pesibar diantaranya, kondisi infrastruktur daerah yang masih terbatas dan dayabeli masyarakat yang perlu terus ditingkatkan. *ADV/son

(Visited 28 times, 1 visits today)

Simak Juga

Gelaran peserta senibudaya

SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL 2017

ADVERTORIAL Kota Surabaya Jadi Etalase Kolaborasi Budaya Berbagai Negara SURABAYA, AMUNISINEWS.COM – Surabaya akan menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *