Jumat , 19 Januari 2018
Home / NASIONAL / Dua Perusahaan di Ketapang Diduga Rampok Lahan Pertanian Masyarakat

Dua Perusahaan di Ketapang Diduga Rampok Lahan Pertanian Masyarakat

lahan pertanian kalbar- halaman-1

KETAPANG , AMUNISI – Penjarahan, perampokan dan pendzoliman terhadap kaum petani yang hidup di bawah garis kemiskin semakin parah dan mengamcam keselamatan haklayak warga negara Indonesia di tanah NKRI,.

Pasalnya tanah pemukiman hak wilayat Desa Sukamaju Kecamatan Muara Pawan, kab. Ketapang Kalimantan Barat, sering menjadi obyek perampasan.

Salah satu tokoh masyarakat sebut namanya Pak Andi dan Yanti mengatakan kepada wartawan Amunisi, ada perampasan secara membujuk  masyarakat yang katanya bahwa perusahan ini membangun untuk mesejahterakan masyarakat,  dengan bermacam dalih supaya masyarakat menanda tanda tangni/ membuat surat pernyataan untuk melepasakan lahan miliknya.

Untung saja masyarakat tidak mau ditipu dengan adanya penjajah-penjajah asing seperti orang Beijing,’ yang ingin menguasai tanah hak menjadi kawasan industeri.

Menurut Andi saat dikomfirmasi, di atas tanah miliknya  PT Mohairson Pawan Khatulistiwa  (MPK), telah mengarap tanah miliknya dan tanah milik  masyarakat setempat dijadikan parit kanal, sehinga mengundang percekcokan antra masyarakat dan PT. Mohairso.

Masyarakat setempat menahan alat berat PT. orang asing tersebut untuk diusir dari kawasan pertanian milik warga tersebut.

Kroni PT. mengajak masyarakat berdamai seperti ibu, Kho Susanti dan Tim Kades sei awan memberikan janji-Janji sebagai karyawan di perusahan tersebut,

Ketika tim menelusuri lebih lanjut mendatakan penjelasan dari kepala Desa Sukamaju, bahwa PT tersebut tidak mendapat ijin dari Bupati Kab.Ketapang Kalbar, akan tetapi orang asing tersebut tetap melaksanakan kegiatannya dengan tidak mengantongi Izin Amdal, IUP, IMB dan HGB.

Berarti orang asing seenaknya mengausai lahan rakyat dan menjadikan kawasan pertanian menjadi kwasan industri.  Sedangkan kawasan Jona Industeri terletak di Desa Tembelokan, kenapa Kawasan Industri di area Pemukiman Pertanian sedang Surat dari Gubernur Kalbar kawasan Industri Pabrik bukan di tempat yang ada, kawasan yang ada adalah Kawasan Pertanian peningkatan Suwa banda Pangan.

Surat dari Buapti sudah jelas PT. milik orang asing tersebut harus stop dalam pembangunannya, akan tetapi orang asing tersebut masih saja membagun.  “Ada apa di balik ini semua,” kata Kades Suka maju di rumahnya,

Ironisnya lagi tim Amunisi,Bidik Nasional, media Kalbar dan Harian Nasional,’’ melakukan Invetigator kelapangan memohon ijin kepada Penjaga Pintu Gerbang kawasan Pabrik PT. tersebut. untuk pengambilan dokumentasi, namun celakanya tidak di perbolehkan oleh Mr. Han anak angkat orang Beijing tersebut.

Awak pers  merasa dilecehkan, sudah barang tentu ini adalah suatau pelanggaran terhadap Uandang-Undang Pers . Disinyalir ada orang –orang tertentu di dalam perampasan Hak masyarakat kecil dan miskin ini. (Dedy.S)

 

 

 

(Visited 108 times, 1 visits today)

Simak Juga

pamsimas-1

LSM Gebrak Akan Laporkan PPK Pamsimas di Desa Balunijuk Merawang

Oleh Roby SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh akan melaporkan PPK proyek PAMSIMAS Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *