Jumat , 24 November 2017
Home / NASIONAL / Edan! Pemborong Cabut Papan Proyek, Padahal Pekerjaan Belum Selesai
herman-1

Edan! Pemborong Cabut Papan Proyek, Padahal Pekerjaan Belum Selesai

Oleh Herman Saleh

herman-1

MUNTOK ,BABEL, AMUNISINEWS.COM-Papan proyek pembangunan dan pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Menengah dan Perindustrian Bangka Barat yang berlokasi di Pasar Kelapa, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat terpantau pada Senin (13/11/2017) sudah dicabut dan dibuang oleh pemborong dari CV Adhi Karya Pratama, padahal proyek tersebut belum selesai dikerjakan.

Tindakan pemborong mencabut papan proyek tersebut diduga untuk mengelabui masyarakat supaya masyarakat tidak mengetahui kalau proyek yang dikerjakannya sudah berakhir sejak tanggal 12 November 2017.

Padahal sesuai kontrak dimulai tgl 12 Juli 2017 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender berarti kontrak berkahir pada tanggal 12 November 2017.

Sementara PPK Agus Priyadi tidak mengetahui kalau papan proyek yang dipimpinnya itu sudah dibuang pemborong, hal itu diketahui saat amunisinews.com mengkonfirmasikan masalah itu dikantornya pada Senin (13/11/2017), Agus langsung menelpon pemborong minta papan proyek untuk segera dipasang kembali,

“Kenapa papan proyeknya sudah dibuang?”tanya Agus

“Saya minta besok saya kesitu, papan proyek harus sudah terpasang kembali,” bunyi telepon Agus yang didengar jelas oleh amunisinews.com

Selanjutnya Agus menjelaskan, Dinas Koperasi Usaha Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat akan memberikan denda keterlambatan kepada CV Adhi Karya Pratama sesuai Perpres 54/2010 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Perpres 172/2014.

“Pemborong akan saya denda sesuai aturan,” jelas Agus.

herman-2

Kemudian Agus jelaskan lagi, saat ini PPK memberikan waktu kepada pemborong untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 50 hari + 1 sejak tgl 13 November 2017. “Tetapi saya minta tgl 5 Desember 2017 harus sudah selesai dikerjakan karena mau pencairan, Saya berikan perpanjangan 50 hari +1 tetapi pada tgl 5 Desember 2017 harus sudah selesai,” tambah Agus lagi.

Diketahui proyek Pembangunan dan Pegembangan Prasarana Distribusi Perdagangan di Dinas Koperasi Usaha Penengah dan perindustrian kabupaten Bangka Barat dengan lokasi proyek kecamatan Kelapa masa waktu 120 hari kalender, yang dikerjakan oleh CV. Adhi karya Pratama dengan nilai Rp. 1.258.502.000,- serta nomor kontrak ;027/02/SP/PPK/160.12/1.11/VII/2017, sedangkan tanggal kontraknya tgl 12 Juli 2017 sudah berahir masa pelaksanaannya tetapi proyek tersebut belum selesai dikerjakan dan realisasi pekerjaan baru lebih kurang 60 persen.

Sesuai dengan Perpres 54/2010 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Perpres 172/2014, dalam Pasal 118 ayat (1), Penyedia Barang/Jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

 

Editor Hendra Usmaya

 

(Visited 125 times, 1 visits today)

Simak Juga

Ketua tim eksekusi, Ketua BPI, Kasi Intel Kejari Papua, Ketua LSM dan wartawan.

LSM WGAB dan BPI Desak Sekda Kota Jayapura Segera Dieksekusi

Oleh: Tim JAYAPURA, AMUNISINEWS.COM–Kepala Badan Penelitan Independen Kekayaan Penyelengara Negara dan Pengawasan Angaran Republik Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *