Jumat , 24 November 2017
Home / HUKUM-KRIMINAL / Gebrak Babel: Pengoplos dan Pemalsuan Pupuk Tak Ubahnya Seperti Teroris

Gebrak Babel: Pengoplos dan Pemalsuan Pupuk Tak Ubahnya Seperti Teroris

Oleh Herman Saleh

sidang oplos pupouk- perkara

PANGKALPINANG,BABEL, AMUNISINEWS.COM- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gebrak Babel menyayangkan langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel yang menuntut ringan para terdakwa pengoplos dan pemalsu pupuk.

Padahal,kata Sekretarisnya Gebrak Babel, Haris Sihombing, pelaku pengoplosan dan pemalsuan pupuk bisa dikatagorikan sebagai teroris.

“pelaku pengoplosan dan pemalsuan pupuk saya katagorikan sebagai teroris karena sangat merugikan petani. Saya mewakili petani Lada di Bangka Belitung merasa sangat resah sekali dengan beredarnya pupuk palsu ini,” kata Haris melalui telpon, Rabu (11/10).

Menurut Haris, pohon lada petani  banyak yang diserang penyakit kuning karena dipupuk dengan gunakan palsu. “Banyak petani yang melaporkan kepada saya karena pohon ladanya terserang penyakit kuning dan tidak lama setelah itu pohon ladanya langsung mati setelah dipupuk, padahal petani tersebut belum lama memupuk tanaman Lada tersebut,” keluhnya. Kemudian Haris katakan juga banyak petani gagal panen karena dipupuk dengan pupuk palsu,

“Saya juga menerima keluhan masyarakat yang mengatakan bahwa banyak petani yang gagal panen disebabkan dipupuk dengan pupuk palsu, karena kami sebagai petani tidak bisa membedakan mana pupuk asli dan palsu kalau karungnya sudah diganti oleh pelaku,” tambah Haris.

Diwartakan sebelumnya terpantau disaat pada persidangan Tiga orang terdakwa pemalsuan dan pengoplos pupuk di Bangka Belitung (Babel) hanya dituntut ringan oleh Jaksa Kejati Babel.

Dalam persidangan yang digelar diruang Garuda pada Pengadilan Negeri ( PN ) kota Pangkalpinang, Selasa ( 10/10 ) kemarin Edi Wem alias Akon (CV Elisabeth), Handrianto Tjong als Ahan (PT Setia Jaya Makmurindo ) dan Suk Liang als Aleng ( PT Ligita Jaya Ketapang) hanya dituntut 5 bulan.

Tuntutan dibacakan langsung oleh JPU terhadap ketiga terdakwa, masing masing 5 bulan perjara dengan membayar denda hanya dengan Rp 5 juta dan subsidier 3 bulan penjara serta di kurangi masa tahan serta memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Penangkapan terhadap tiga orang terdakwa itu menyusul  penggerebekan oleh tim Satgas Pangan Provinsi Bangka Belitung di gudang penyalur pupuk ilegal dan oplosan di kawasan Jalan Parit Lalang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang. Petugas menyita 142 ton pupuk oplosan non subsidi yang akan diedarkan ke petani di Babal, Senin ( 31/7/2017 )

Pupuk yang akan diedarkan merupakan pupuk non subsidi yang dikirim dari luar daerah
142 ton pupuk ini disita di lokasi yang berbeda seperti dari gudang PT Ligita Jaya, satgas mengamankan pupuk non subsidi pembenah tanah jenis extraphos dan TMP 3.6 sebanyak lima ratus karung lebih.

Dari Gudang CV Elisabeth petugas menyita pupuk non subsidi jenis NPK Phounska, pupuk non subsidi jenis SP.36 supra phos dan pupuk non subsidi pembenah tanah T.C.P-46 sebanyak 1174 karung, rata-rata menggunakan karung ukuran 50 kilogram.

Petugas juga menyita pupuk oplosan dari gudang PT Setiajaya Makmurindo yang beralamat di jalan Mayor Syafri Rachman, Semabung Baru, Kecamatan Girimaya Pangkalpinang sebanyak 1.053 karung ukuran 50 kg sehingga jumlah keseluruhan mencapai 142 ton pupuk oplosan yang siap diedarkan ke petani.

Editor Hendra Usmaya

 

(Visited 29 times, 1 visits today)

Simak Juga

polsek jebus

Polsek Jebus Ungkap Pelaku Pencurian, Pelaku Masih di Bawah Umur

Oleh Herman Saleh MUNTOK, BABEL, AMUNISINEWS.COM-Polsek Jebus Polres Bangka Barat berhasil mengamankan pelaku pencurian di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *