Jumat , 19 Januari 2018
Home / NASIONAL / Gila! PT.LSM-BGA Group Diduga Rusak Lingkungan Seenaknya

Gila! PT.LSM-BGA Group Diduga Rusak Lingkungan Seenaknya

Oleh Dedy Sumarni

 rusak lahan

Gubernur dan Bupati Ketapang Diminta Cabut Izin PT LSM-BGA

 KETAPANG,  AMUNISINEWS.COM-Kekejaman, penindasan dan penjajahan masih terjadi masyarakat pedalaman Desa Sungai Kelik, Kecamatan Naga Tayap, Kabupaten Ketapang,  Kalimantan Barat. Hal itu menimpa  salah satu warga masyarakat  di sana bernama Sandy.

Dalam kekecawaannya, Sandy mempertanyakan kemana perginya pejabat terkait yang tak mau tahu jeritan masyarakat tertindas oleh perusahaan kelapa sawit PT LSM-BGA. “Pejabat terkaiu seakan buta dan tuli terhadap masalah ini,” katanya Jumat (3/11).

Awalnya masyarakat diimingi-imingi dengan bujuk rayu untuk membangun infranstruktur perekonomian dalam hal kerjasama kemitraan antara perusahan kebun sawit dengan masyarakat setempat. Ternyata,  malah sebaliknya itu semua hanya angin surga beraromakan api neraka buat kehancuran hutan masyarakat dan kehidupan masa depan warga setempat

Pasalnya dulu danau, anak sungai dan sungai Penjalanan, tanah merah dan sungai Air Putih Danau yang menjadi tempat kelangsungan hidup turun temurun mencari ikan dibabat habis-habisan oleh PT,LSM-BGA Group di Sungai Kelik ketapang, dengan alih fungsi sungai anak sungai dan danau ditutup serta ditimbun dengan tanah Latreit untuk akses jalan tanah gunung.

Bagian yang  tinggi dikerok semau-maunya di timbunkan kedataran yang rendah dengan tinggi timbunan 6 meter dan lebar 3,5 meter dan panjang 3,5 Km.

rusak lahan-2

Sementara izin Akoari atau area lokasi pengambilan tanah Laterit tidak jelas atau disebut izin abu-abu  yang mana wajib memiliki izin yang meliputi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan  Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Selain itu, perusahaan tersebut wajib mematuhi ketentuan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam pelaksanaannya. Pengambilan material berupa tanah laterit yang diambil tersebut  terindikasi keras bermasalah terkait izin bahan tambang galian C.‘’

Sementara perkebunan sawit PT.LSM-BGA Group di berikan atau memiliki izin penanaman kelapa sawit. ‘’Izinnya bukan untuk mengerok tanah Laterit ditimbun ke danau dan ke sungai mencemari lingkungan kehidupan masyarakat se-Ketapang karena air pencemaran tersebut mengalir ke sungai Pawan di konsumsi masyarakat banyak,’’ tegasnya.

Warga di 5 dusun di desa Sungai Kelik meminta danau  dikembalikan menjadi salah satu tempat mata pencarian sekarang sudah tidak tampak lagi.

“Kembalikan hak dari nenekmoyang kami. Kami sudah di jajah oleh pengusaha dan penguasa setempat,
“ paparnya.

Penutupan sungai alam dan penutupan danau dengan menjual mengatas namakan masyarakat dijadikan alat untuk melancarkan perusakan lingkungan dan kehidupan yang ada. “Kami mohon kepada Bapak Gubernur dan Bupati berserta jajarannya di Ketapang Kalbar untuk segera menindak  tegas PT.LSM-BGA Group yang nakal di desa Sungai Kelik Nanga Tayap. Izin perusahaan itu harus dicabut,” ujar Sandy.

Pak Wel, tetua setempat menambahkan bahwa  kehidupan kesehari-harian warga berkerja sebagai penangkap ikan. “Dulu tangkapan ikan kami melimpah ruah sekarang jangankan ikan untuk dijual untuk di makan mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, karena akibat dari pencemaran dan alih fungsi hutan dan danau serta sungai ditutupi dengan bendungan dan dicemari limbah pengolahan TBS PT.LSM-BGa Group yang tidak punya rasa prikemanusiaan terhadap kami warga kecil nan miskin,” tandas Pak Wel.

Editor Hendra Usmaya

 

 

 

(Visited 40 times, 1 visits today)

Simak Juga

pamsimas-1

LSM Gebrak Akan Laporkan PPK Pamsimas di Desa Balunijuk Merawang

Oleh Roby SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh akan melaporkan PPK proyek PAMSIMAS Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *