Sabtu , 16 Desember 2017
Home / BERITA UTAMA / ‘Kantor SIM Bayangan’ Beroperasi di Dua Lokasi

‘Kantor SIM Bayangan’ Beroperasi di Dua Lokasi

Oleh Ulis J Putnarubun

sim keliling

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Masyarakat di Jakarta, Bogor dan Bekasi diminta berhati-hati dalam mengajukan permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM). Soalnya, diduga ada ‘kantor SIM bayangan’  yang beroperasi di dua lokasi. Tanpa mengikuti prosedur tes teori, kesehatan dan praktik, dalam waktu tiga hari  SIM langsung jadi.

Dua lokasi tersebut berada di lokasi berbeda,pertama di PT. Inhutani yang beralamat di Jalan Raya Duta Kranji, Pondopk Ungu, Bekasi. Sedangkan lokasi lain berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Para pengelola ‘kantor SIM bayangan’ menawarkan jasa pembuatan SIM melalui WhatsApp, antara lain berbunyi sebagai berikut

 

 Selamat pagi. Di informasikan kepada para semua warga diberitahukan yang mau

[27/10 8.54 AM] : Selamat pagi

Diinformasikan kepada para semua Warga di  beritahukan yang mau bikin Sim C maupun A yang akan di laksanakan pada :

hari        : Sabtu

tgl          : 04/11/2017

Pkl         : 08.00 wib

tempat  : parkir taman burung baru

yang berminat hubungi Koperasi TMII

rincian  Sim C dengan biaya 700 rb , Sim A 750 rb, dan untuk KTP tidak sebatas DKI ( luar DKI bisa ).

yang berminat segera daftarkan dengan membawa foto kopy KTP 4 lembar (klau KTP masih resi lampirkan foto kopy KK ).

Koperasi TMII mendatangkan Sim Pelayanan mobil Keliling. Terimakasih atas perhatian nya.

WhatsApp lain berbunyi

[27/10 2.09 PM] MAMA: Assalamualaikum

Untuk Pendaftaran SIM kolektif akan Dibuka kembali tgl 1 Nov s/d 15 Nov 2017

Insya Allah pelaksanaan foto

Tgl 26 Nov 2017.

SIM A : Rp 675 rb.

SIM C : Rp 575 rb

Hub ibu Titin (kader posyandu RW 35 Bojongkulur)

WA : 081381400573.

 

[27/10 4.41 PM] MAMA: Assalamualaikum

Untuk Pendaftaran SIM kolektif akan Dibuka kembali tgl 1 Nov s/d 15 Nov 2017

Insya Allah pelaksanaan foto langsung (tanpa tes) di PT Inhutani Pondok Ungu- dekat Kranji Bekasi

Tgl 26 Nov 2017..

SIM A : Rp 675 rb.

SIM C : Rp 575 rb

Syarat : Fotocopy KTP 6 lembar bisa kirim via

WA Susy ini : 089608492544.

 Titin, koordinator yang dihubungi via selulernya membenarkan dia yang menyebar ajakan lewat  WA tersebut kepada relasi.

Menurutnya, bagi pemohon SIM  baru harus mendaftar dan ambil nomor antrean terlebih dahulu, untuk  mencegah terjadinya penumpukan pada saat pemotretan.

Pelaksanaan, kata Titin, pada jam 8 pagi hingga selesai. “Bagi yang baru datang dan belum mendaftar  wajib menunggu hingga antrean selesai. Kami memberikan kemudahan bagi pemohon hanya mengisi formulir SIM yang dibagikan oleh petugas,” katanya.

Pemohon hanya wajib foto dan dalam waktu tiga hari kemudian SIM jadi bisa diantar lawat pos kilat atau diantar oleh gojek ke alamat pemohon.

Ibu Titin menyakinkan Amunisi, bahwa bila tidak percaya silakan datang pada 26 Nopember nanti. “Bapak liat sendiri bahwa ucapan saya tidak salah,” katanya meyakinkan.

Pasaran SIM bervariasi antara Rp575.000 sampai Rp900.000 sesuai dengan keinginan koordinator masing-masing.

Titin menambahkan seorang rekannya dari Bogor menghubunginya untuk pembuatan SIM. “Dia buktikan hanya foto saja SIM jadi dalam waktu tiga hari,” tambah Titin. “SIM-nya saya kirim via Pos Kilat pemiliknya mengucapkan terima kasih. Saya juga dikirimi pulsa sebagai tanda terima kasih,” ucap Titin.

Hal yang serupa diucapkan oleh Susi. Dihubungi via telepon, Susi mengatakan jika mau membuat SIM silakan kirim data lewat WA dia agar memudahkan dalam pendataan.

“Tinggal foto saja tanpa ada teori dan praktik karena koperasi TMII hanya menyediakan ruangan untuk pemotretan saja,” ujar Susi.

Titin dalam keterangannya mengatakan awalnya praktek SIM langsung jadi ini berawaldari SIM Komunitas yang dilakukan pada bulan Mei 2017. Pada saat itu sebanyak 500 pemohon. “Awalnya dari sinilah, kami kemudian bekerjasama dengan Polantas di Bekasi,
katanya.

Pada bulan Juni pemohon berjumlah 500 orang, Juli 900 orang, Agustus kurang dari 500 orang karena masa puasa dan September terjadi lonjakan mencapai 1.800 pemohon. Oktober sebanyak 800 orang.

Bila rata-rata harga SIM Rp 700.000,- dapat dibayangkan berapa banyak pemasukan yang ditangguk oleh pengelola kantor SIM bayangan, yang mengatasnamakan SIM Keliling itu.

Apa yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada. Syarat untuk membuat SIM secara kolektif sudah jelas, yakni:

 

  1. Mengajukan surat permohonan SIM Kolektif ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Up. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya .

    2. Jumlah pemohon SIM Komunitas minimal 50 orang. Dengan menyebutkan lokasi pelaksanaan pembuatan SIM serta jumlah yang akan mengurus SIM.

    3.Surat harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pengurus di RT/RW di kompleks atau perumahan.

    4. Menyediakan tempat yang cukup luas karena Pihak Lantas Polda harus membawa tiga kendaraan sejenis bus ke lokasi. Satu Bus untuk ujian teori, bus lainnya membawa peralatan praktik SIM.

    5. Bagi pemohon pembuatan SIM baru harus mengikuti ujian namun Bagi pemohon yang akan memperpanjang SIM, cukup melampirkan KTP sesuai identitas di SIM.

    6. Waktu pelaksanaan jam kerja, pukul 08.00-16.00.

    7. Jika masih mengalami kendala dan kurang jelas silahkan menghubungi Traffic Management Center Polda Metro Jaya di 021-5276001 atau fak 021-5275090.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim agarra yang dikonformasi menganjurkan agar Amunisi  menghubungi Kasi SIM Kompol Fahri Siregar.

Fahri Siregar berulang kali dihubungi tidak mengangkat telepon. Dia hanya hanya membalas pertanyaan lewat SMS. Menurutnya itu berita hoax.

“Hoax itu Mas. Pengirim SMSnya tolong dikirimkanke saya,” katanya dan berjanji akan menyelidiki masalah tersebut.

Pada hari yang sama Fahri kembali mengirimkabar lewat WA.”Tapi kemarin tidak ada kegiatan kok,”.

padahal hasil penulusuran Amunisi, kegiatan tersebut benar ada seperti diakui oleh seorang pegawai koperasi TMII dan juga seorang penjaga di PT Inhutani Bekasi.

Untuk diketahui pelayanan mobil SIM Keliling, dikoordinir oleh masing- masing wilayah.

Pelanggaran Legitimasi Negara

Ketua-Presidium-ITW-Edison-Siahaan

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan menegaskan bahwa SIM merupakan legitimasi Negara kepada seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan demi menjaga keselamatan serta kenyamanan dalam mengendarai kendaraan di jalan raya.

“Pemohon harus sehat jasmani dan rohani,selain itu wajib  mengikuti ujian teori dan praktik oleh petuga . Penerbitan SIM yang tidak melalui prosedur resmi dapat dikategorikan SIM palsu. Untuk itu, Kapolda Metro Jaya serta Direktur lalulintas Polda Metro Jaya segera menindak tegas oknum-oknum yang terlibat,” kata Edison.

ITW,katanya, akan mendalami masalah ini karena jika dibiarkan akan merusak citra Polri yang Promoter.

 

Editor Hendra Usmaya

 

 

(Visited 99 times, 1 visits today)

Simak Juga

141017 Reuni AAL-6

Olahraga Bersama, Reuni Gubernur dan Wagub Dari Masa ke Masa AAL

Oleh: Herry S Hadir Orang nomor 1 TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi,  SE, MAP …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *