Jumat , 24 November 2017
Home / RAGAM / Kapal Nabi Nuh Dibuat di Indonesia

Kapal Nabi Nuh Dibuat di Indonesia

Oleh Rukmana Fadly

kapal nabi nuh- ragam- spkterum

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Motto atau seruan TNI Angkatan Laut Indonesia adalah: “Jalesveva Jayamahe” yang seringkali diterjemahkan dengan kalimat: “Di Lautan Kita Jaya”.

Motto ini sebenarnya berasal dari jaman Majapahit, dimana angkatan laut nya sering memakai kata ini untuk membangkitkan semangat.

Sejarah mencatat kiprah heroik seorang Laksamana Asal Tiongkok (Laks Chengho) dalam membawa Indonesia pada perubahan dari kegelapan menuju cahaya dengan Menyebarkan Islam di Nusantara.

Memang sejarah cenderung berulang, kini seorang Laksamana (Pur), Dr. Marsetio,MM bertandang ke Al-Zaytun, Mekar Jaya, Haur Geulis, Indramayu, Jawa Barat. Kedatangannya ke Al-Zaytun atas undangan Syaykh As-Panji Gumilang untuk memberikan kuliah umum di Pesantren terbesar dan termegah di Asia Tenggara ini.

Suasana di Pesantren pagi itu Senin 16/10/17 agak berbeda dati biasanya, santriwan – santriwti kelas 10,11 dan 12 sibuk menata ruangan Masjid Rahmatan Lil – Alamin, mereka sengaja libur sekolah karena hendak mengikuti kuliah umum kemaritiman dari Sang Laksamana (Pur) Marsetio.

Sebanyak 4000 orang peserta seminar yamg terdiri dari santriwan, santriwati, mahasiswa, guru, dewan guru,karyawan,walisantri, kordinator santri dari berbagai daerah di Indonesia sudah tampak hadir di Masjid Rahmatan Lil – ‘ Alamin sejak pukul 8:00, padahal kuliah umum dijadwalkan pada pukul 9:00, sebuah tradisi disiplin yang luarbiasa di Al-zaytun, selalu hadir satu jam sebelum acara dimulai.

Seluruh mahasiswa, guru, kordinator dan walisantri berjas rapih menunjukan kesiapan mereka dalam mengikuti kuliah umum kemaritiman.

Suasana tertib, dan antusias ini membuat Laks Marsetio terkagum – kagum melihatnya.

Dalam pengantar kuliah umum, Pemangku Pesantren Al-Zaytun Syaykh As. Panji Gumilang, mengatakan, hari ini Al Zaytun kedatangan Laksamana (Pur) Dr. Marsetio, MM untuk memberikan kuliah umum.

“Anak – anakku, Indonesia ini adalah negara Maritim terbesar di seluruh dunia, oleh karena itu kita harus menguasai maritim, dari Dr. Marsetio inilah kita akan belajar, mengetahui tentang kemaritiman, sebab Ia adalah orang yang menguasai tentang laut,” katanya.

“Angkatan Laut adalah garda terdepan ketahanan negara Indonesia,  Indonesia memiliki 5 selat, maka idealnya, Indonesia atau Angkatan Laut Indonesia harus mempunyai 5 buah kapal induk, nanti kita tanya, ada berapa kapal Induk dan kapal selam yang dimiliki Angkatan Laut kita,” ujar Syaykh.

Lanjut Syaykh, Indonesia harus membuat Kapal Induk Sendiri, Indonesia pasti bisa membuat kapal sendiri, menurut fakta sejarah, Kapal Nabi Nuh dibuat di Indonesia, ini berdasarkan hasil sebuah penelitian bahwa: kapal Nabi Nuh dibuat dari Kayu Ulin, Kayu Ulin ini hanya ada di Indonesia dan tidak ada di dunia manapun. “Jika Angkatan Laut Kita lemah, maka akan mudah disusupi oleh musuh, AL Indonesia harus tangguh dan dilengkapi dengan Alutsista yang modern,” katanya.

Dalam kuliah umumnya, Laksamana (Pur) Dr. Marsetio, MM menegaskan, sesungguhnya Islam telah lebih dulu memberikan pengetahuan tentang pembuatan kapal ini  tersurat dalam Al-qur’an Surat Luqman Ayat 27 dan 31, yang mengatakan,

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur,” ungkap Laksamana yang dijuluki Laksamana Sufi oleh Syaykh.

Ia juga menyampaikan kesannya dalam memberikan kuliah umum di Al-Zaytun,”saya sudah keliling dunia dan memberikan kuliah umum dimana – mana, tapi baru disini (Al-Zaytun red..) kuliah umum saya dihadiri 4000 orang, luarbiasa!

setelah memberikan kuliah umum, Marsetio diajak berkeliling melihat seluruh fsilitas di Al – Zaytun.

“Saya  terkagum – kagum melihat zona pesantren Al-Zaytun yang memiliki luas 1200 hektar ini, tak hanya luas, Al-Zaytun juga memiliki kemandirian dibidang ekonomi, tadi saya melihat, istana beras, pabrikasi baja, waduk, tambak ikan, laundry, dapur umum untuk melayani makan 10.000 orang setiap harinya, wah luarbiasa, luarbiasa, tidak ada pesantren semegah dan semandiri ini,” katanya.

Lanjut Marsetio, pesantren ini juga dipimpin oleh seorang Syaykh yang memiliki wawasan kebangsaan tinggi dan visioner, saya cukup bangga dengan gagasan Syaykh yang ingin mendirikan sekolah atau perguruan tinggi maritim, ini sangat sejalan dengan program presiden Jokowi tentang kebijakan yang disebut poros maritim.

“Saya bersedia membantu mewujudkannya jika Al-Zaytun memintanya,” ujarnya.

 

Editor Hendra Usmaya

(Visited 268 times, 1 visits today)

Simak Juga

kunjungan filadse;pia- jatim

Kunjungi Philadelphia, Risma Jajal Mobil Pembersih Jalan

Oleh Irman T SURABAYA, AMUNISINEWS.COM-Walikota Surabaya Tri Rismaharini memang dijadwalkan menjadi pembicara, sekaligus berpeluang menerima …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *