Jumat , 19 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / KNTI Tolak Proyek Reklamasi Muara Angke

KNTI Tolak Proyek Reklamasi Muara Angke

Pertemuan Silaturrahmi warga nelayan KNTI Muara Angke Jakarta Utara
Pertemuan Silaturrahmi warga nelayan KNTI Muara Angke Jakarta Utara

JAKARTA, AMUNISI- Ketua Umum KNTI (Kumpulan Nelayan Tradisional Indonesia) Dr Reza Damanik dalam acara silaturrahmi dengan warga nelayan Muara Angke, Senin (12/10) bertempat di Blok Eceng, Pluit, menentang proyek reklamasi Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara.
“Bila reklamasi dilakukan, akan menimbulkan masalah baru bagi para nelayan di Muara Angka,” tegas Dr Reza Damanik, dalam pertemuan bertema “Menyikapi Kebijakan SK Gub No, 2238 tentang akan dibangunnya proyek reklamasi”. Untuk pelaksanaan reklamasi tersebut, ditetapkan pengembang PT Agung Sedayu dan PT Samudra Wahana Wisesa.
Pertemuan tersebut dipandu oleh sekjen KNTI Dr Untung Sukaedi, Msi, menyoroti masalah yang bakal dihadapi nelayan, mengingat di wilayah tersebut, menurut tata kelola wilayah, akan berdiri perumahan mewah di tengah hunian nelayan.
Masalah bagi nelayan juga akan timbul manakala perumahan mewah itu berdiri, salah satunya, perahu nelayan yang akan melaut mencari nafkah akan memutar atau melingkar dalam jarak tempuh yang sangat jauh.
Belum lagi lokasi penambatan perahu melalui alur Kali Adem yang kini mendangkal, lokasinyanya mendangkal, hingga di mana perahu-perahu nelayan akan sandar. “Ini memang menjadi masalah bagi nelayan di Muara Angke,” kata Dr Reza Damanik.
Dalam pertemuan tersebut, warga menolak keras proyek reklamasi Muara Angke, hingga warga nelayan telah menggugat dan mem PTUN-kannya atas penerbitan ijin yang dimaksud (SK Gub No, 2238) juga menyangkut lingkup Teluk Jakarta dan sekitarnya, mengingat keberadaannya di Teluk Jakarta.
Menurut uraian dalam sambutannya Reza Damanik, mengatakan bahwa, itu adalah satu pembuktian dari kasih sayang Allah SWT/ Tuhan semesta alam, seperti termaktub dalam firmannya ‘ waja’alna fil ardi cholifah’ yang artinya, kami jadikan manusia di bumi ini sebagai pengatur, penjaga, pemelihara, yang selayaknya oleh Negara itu sendiri dan bukan sebaliknya. “atas penolakan terhadap proyek reklamasi yang telah dilakukan warga nelayan, insyaAllah, tidak menyalahi ketentuan,” ujar Reza kepada Amunisi.
Lanjut Reza, di medio Juni 2011 MA (Mahkamah Konstitusi) keluarkan 4 fatwa hak konstitusi, yang mempunyai kekuatan mengikat dan tak bisa ditukar gulingkan dengan apapun : 1. Nelayan boleh menangkap ikan, lalulalang di laut sendiri, 2. Nelayan kelola lautnya, sesuai kearifan yang dimiliki, 3. Nelayan ada hak memanfaatkan kekayaan dengan lestari, abadi, 4. Nelayan dapatkan air bersih, sehat dari negara/pemerintahnya, maka dengan dasar itulah, adanya reklamasi dipertanyakan, sebab hal itu terkesan tidak akan menyejahterakan masyarakat atau warga nelayan di Muara Angke.
“Bukankah sebaiknya. Pemerintah cq terkait agar memperhatikan fatwa MK dan di laksanakan sebaik baiknya sesuai proporsionalnya, menimbang Teluk Jakarta yang akan diurug seluas 162 ha,” katanya.
Disisi lain, ikan tidak akan menelurkan benihnya di tempat tersebut karena lumpur-lumpur akan naik setelah urugan itu jatuh, air menjadi keruh. Alhasil habitat ikan terganggu. Jelas di tempat tersebut dipastikan akan terjadi kelangkaan ikan, yang mengakbatkan timbul penderitaan kepada nelayan. Belum lagi limbah yang di bawa oleh 13 sungai yang bermuara di teluk Jakarta yang sungai sungai tersebut tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk mensterilkan limbah tersebut agar air dapat menimbulkan kenyamanan sekitar.
“Jika kebijakannya dilaksanakan dengan tidak bijak, bagaimana dengan 20 tahun kedepan jadinya, kenapa, bermacam hal yang akibatkan pencemaran laut atas limbah dan hal lain yang bermuara pada perusakan lingkungan. Hal inilah semestinya dari prioritas pemerintah pada warga lingkungannya,” tandasnya. (h yus)

(Visited 100 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *