Jumat , 19 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / LSI Denny JA : Polemik Kata Pribumi Dongkrak Popularitas Anies
pesan-anies-turuntangan

LSI Denny JA : Polemik Kata Pribumi Dongkrak Popularitas Anies

Oleh : Mustofe

AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Isu pribumi yang bergulir kencang ini tidak berefek pada penurunan citra pribadi Anies Baswedan sebagai gubernur yang baru dilantik, kata peneliti senior LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah.

Toto menyampaikan hal itu di Jakarta, Jumat, terang pro kontra seputar pidato Anies Baswedan saat pelantikannya sebagai gubernur DKI Jakarta di Istana Negara beberapa waktu lalu.

“Saya duga, jika dilakukan survei hari ini, elektabilitas Anies makin meroket. Yang mendukung dan simpati kepada Anies akan lebih banyak hal yang menolak,” katanya dalam keterangan persnya.

Menurut Toto, jika ada upaya anies ke polisi itu bermuatan politik untuk merusak citra Anies, cara seperti itu beres salah, tidak tepat, tidak tepat dan tidak strategis. Sebab, dengan menggulirkan isu tersebut, baik melalui proses hukum maupun demo, otomatis akan membuat Anies makin bertambah.

Dia berpendapat, dari perspektif komunikasi publik, Toto menilai sangat tidak cerdas apa yang dilakukan lawan politik Anies itu.

“Salah besar jika ingin merusak citra Anies dengan barang seperti itu. Sebab, isu pribumi itu sebenarnya bisa lebih seksi dari isu PKI. Kalau ini terus digulirkan, dah Anies yang akan menuai keuntungan politiknya. Atau, jangan-jangan, isu pribumi ini sengaja digulirkan Anies untuk tujuan itu, aksi reaksi lawan, dan kapan lawan hidup alias terpancing, Anies menuai dukungan dari isu itu. Aneh, Anies lebih cerdas dibanding lawan politiknya, “ujarnya.

Ketika ditanya alasan yang membuat isu pribumi ini lebih kuat isu isu PKI, Toto berpendapat, isu pribumi memiliki masa kadaluarsa yang sangat panjang sebelum sampai saat ini masih menjadi bagian dari perspektif politik dan sosiologis bangsa indonesia, bahkan dunia.

Lanjut Toto, dalam melihat dan menyikapi pro kontra isu pribumi ini tidak perlu dengan kepala panas. Tinggal, dari sisi mana lihat. Yang penting, isu itu bergulir dalam koridor sosial yang wajar, tidak merembet pada aksi sosial yang anarkis.

Dalam pandangan Direktur Citra Komunikasi LSI Denny JA itu siapa saja yang bisa mengganggap dirinya pribumi atas orang tersebut cinta tanah air, pro NKRI dan setia kepada Pancasila. Dengan begitu, ada pribumi yang Sunda, Jawa, Tionghoa, Arab, Papua dan seterusnya.

“Jadi, apa yang salah dengan sebutan pribumi. Toh, selama ini juga kita tidak mempersoalkan adanya Bank Boemi Putra yang berarti pribumi. Betgitu juga HIPMI, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia,” katanya seperti dikutip Antaranews.com

 

 

Editor : Ryan Septriyawan

(Visited 13 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *