Senin , 26 Juni 2017
Home / HUKUM-KRIMINAL / Penetapan Pemenang Lelang PT Tapak Tujuh Manic Bateng Diduga Melanggar Hukum

Penetapan Pemenang Lelang PT Tapak Tujuh Manic Bateng Diduga Melanggar Hukum

IMG-20170615-WA0038

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM–Keputusan panitia Pokja pada paket Pembangunan Gedung Asrama MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Tahun Anggaran 2017 dengan pagu dana APBN 2017 senilai Rp 5.753.400.000.00 diduga melanggar hukum.
Pasalnya penetapan pemenang itu mendapat sanggahan dari PT Maha Karuna. Surat sanggahan itu tertanggal 31 Mei 2017 dengan NOMOR Surat ;0010/PT MK.BB/V/2017.

Dalam sanggahan itu, PT Maha Karuna mencurigai adanya permainan dan kongkalingkong dalam hal penetapan pemenang dan langgar PerPres No.54 Tahun 2010 dan diubah dengan PerPres No.04 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan aturan turunannya.

Sebab PT Tapak Tujuh  tidak memiliki pengalaman pada sub bidang BG 007 dan bisa dilihat pada data lpjk.net untuk sub bid BG007.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan berita acara hasil pelelangan ( BAHP ) pemilih penyedia jasa kontruksi No11 /KA-KANWIL/POKJA-OV/V/2017 tertanggal 26-05-2017 menetapkan  pemenang lelang kepada PT Tapak Tujuh.

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, Ketua Pokja pembangunan gedung MANIC Bateng di kantor Kanwil Agama Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) Pril Marori membantah hal tersebut. Menurutnya, penetapan itu sudah sesuai prosedur

“PT Tapak Tujuh pada saat klarifikasi sudah menunjukan dokumen dokumen asli sesuai dengan yang menjadi persyaratan lelang,” terang Pril Marori, Senin (12/6/2017 ).

“Kalaupun PT Tapak Tujuh  mencantumkan dokumen palsu dan ketahuan, masih kata Pril berarti PT Tapak Tujuh sendiri yang akan menanggung resikonya,” tambahnya.
Namun saat disinggung mengenai sejauh mana Pokja melakukan klarifikasi terhadap PT Tapak Tujuh, apakah pihak Pokja melakukan klarifikasi ke lapangan, Pril Marori berdalih kembali, PT Tapak Tujuh telah menunjukkan dokumen dokumen asli dan layak sebagai pemenang,

“Berhubung waktu pelaksanaan yang minim dan anggarannya juga minim,kita tidak melakukan klarifikasi lapangan,cukup dengan melihat dokumen dokumen asli PT Tapak Tujuh,” kilahnya.(geri)

(Visited 48 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG-20170614-WA0021

Polisi Ungkap Pelaku Curanmor Dari Rekaman Memori

MUNTOK,AMUNISINEWS.COM— Pelaku pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Simpang Teritip Polres Bangka Barat berhasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *