Sabtu , 16 Desember 2017
Home / NASIONAL / PPTK Proyek Pembangunan Jalan Stapak dan Drainase Pemukiman Diduga Pungli

PPTK Proyek Pembangunan Jalan Stapak dan Drainase Pemukiman Diduga Pungli

Oleh Hamzah Sila

kadius dppkap- hamza- nasional

JENEPONTO, AMUNISINEWS.COM- Kepala Seksi PSU Dinas Perumahan dan Pemukiman Kab. Jeneponto Sulsel, Hartawan SE dikeluhkan kerena diduga pungli oleh beberapa kontraktor yang mengerjakan, baik pengerjaan jalan stapak maupun drainase.

Hal itu patut diduga kuat seiring  adanya beberapa sumber layak dipercaya pada menyebutkan, bahwa PPTK, Hartawan meminta  pada rekanan kontraktor saat mau mencairkan dana di Bank BPD Jeneponto, dengan mematok pungli yang ditekankan kepada setiap kontraktor, wajib bayar sebesar 5 persen atau 10 persen pada dua tahapan pncairan, dalam satu paket pengerjaan.

Sumber menyebutkan, bahwa setiap kali pencairan dana di bank BPD, kalau bukan Hartawan seluku PPTK yang mengekor langsung, paling tidak ada suruhannya diperintahkannya, stand bay di BPD.

” Haratawan maupun anggota suruhannya, setiap kali pencairan dana setiap kali juga mematok pungli 5 persen satu kali pencairan dengan mengatas namakan perintah Kadis Perumahan dan pemukiman, Ashari Buang,” ungkap sumber.

Lanjut sumber mengungkapkan, bahwa bukan hanya yg 5 persen  saja yang dikeluarkan oleh beberapa pekerja proyek tersebut, tetapi juga adanya dana kepengurusan administrasi yang dipatokannya lagi, sebesar Rp2,5 juta perpencairan perpaket atau sebesar Rp5 juta dalam dua tahapan pencairan.

Lain lagi pengeluaran biaya kontrak 2,5 juta perpaket, back up data sebesar 1,5 juta perpaket dan papan proyek sebesar 500 ribu rupiah.

“Kalau dihitung hitung semuanya, pengeluaran keseluruhan yang dikeluarkan oleh setiap rekan sudah mencapai kurang lebih 20 persen,” jelas sumber.

Sekaitan dengan itu, Kadis DPKPP Jeneponto, Ashari Buang ketika ditemui oleh Tim LMPI Sul-sul di ruang kerjanya pekan lalu, dia tidak membenarkan adanya perintahnya tentang pungli dan membantah keras, adanya aliran dana pungli dimaksud, mengalir ketangannya.

“Saya tidak pernah menyuruh atau perintahkan melakukan permintaan dana dan tidak sama sekali, saya tidak pernah terima uang pungli itu,” bantahnya.

Bahasa yang sama juga dilontarkan oleh Kabid PSU, Ahmad Saung yang juga ditemui oleh Tim LMPI saat itu di ruang kerjanya.

PPTK, Hartawan sangat susah ditemui. Sehingga beberapa kali kunjungan Tim LMPI selalu gagal untuk investigasi di ruang kerjanya.

Editor Hendra Usmaya

 

 

(Visited 17 times, 1 visits today)

Simak Juga

pamsimas-1

LSM Gebrak Akan Laporkan PPK Pamsimas di Desa Balunijuk Merawang

Oleh Roby SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh akan melaporkan PPK proyek PAMSIMAS Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *