Jumat , 24 November 2017
Home / MEGAPOLITAN / PT. Rankasa Indonesia Diduga Tipu Calon Tenaga Kerja

PT. Rankasa Indonesia Diduga Tipu Calon Tenaga Kerja

Oleh Rukmana Fadly

suasana kantor rakansa- ruk

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Sulitnya lapangan pekerjaan dan minimnya skill yang dimiliki menjadi masalah krusial bangsa ini, fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) harus dimaksimalkan, terlebih di daerah – daerah seperti Bekasi, Karawang, Cikampek. Subang dan wilayah lainnya di Indonesia.

Kurangnya sosialisasi program latihan kerja oleh Dinas Tenaga Kerja menimbulkan kesempatan atau peluang bagi para pelaku tindak pidana penipuan di bidang rekrutment calon tenaga kerja, dengan dalih perusahaan penyalur tenaga kerja banyak masyarakat yang tertipu.

Di Jakarta yang notabene Ibu Kota Negara Republik Indonesia, banyak perusahaan – perusahaan yang berkedok penyalur tenaga kerja, puluhan korban tiap hari telah menjadi mangsa perusahaan – perusahaan yang terkesan dibiarkan ini.

Perusahaan – perusahaan ini terkesan kebal hukum dan dibiarkan oleh Kemenaker,Disnaker dan Sudinaker, tingginya angka pengangguran membuat tumbuh suburnya perusahaan – perusahaan berkedok penyalur tenga kerja namun pada akhirnya menipu dengan modus bayar sejumlah uang administrasi,uang seragam, interview dan penempatan kerja.

Rosih Abdul Kobir, seorang pemuda yang menjadi korban penipuan jenis ini berhasil diwawancarai, menurur keterangannya, satu bulan lalu (Oktober 2017) dia datang ke Komplek Perkantoran  Pulogadung (PTC) Blok 81 no : 30 KM 21 Jakarta Timur dengan tujuan melamar kerja sesuai informasi yang ia peroleh dari internet.

Sesampainya di kantor tersebut, Rosih Abdul Kobir diinterview, selesai interview, Kobir (sapaan akrab Rosih Abdul Kobir) disuruh membayar adimistrasi Rp: 4.750,000, dan akan disalurkan ke PT. Wulling perusahaan mobil, namun karena Kobir tidak membawa uang, maka Kobir bayar Rp: 500,000,- sebagai uang muka yang menurut Ana (HRD) PT Rankasa Indonesia untuk baju seragam.

“Setelah interview saya diberi surat untuk melamar kerja di PT Lion Jl. Raya Bekasi, Cakung Jakarta Timur, namun setelah saya datang melamar ke PT. Lion 25/10/2017 ternyata pihak PT. Lion melalui personalia mengatakan bahwa: PT. Lion tidak ada kerjasama dengan PT. Rankasa Indonesia, tentu saja  saya sangat  kesal dan kecewa, sudah seharian penuh dari pukul 8:00 hingga pukul 16:00 saya menunggu panggilan interview di PT. Lion, dan ternyata saya hanya dibohongi,” tuturnya kesal.

“Jangankan kerjasama, komunikasi antara PT. Lion dengan Hilmar (PT. Rankasa Indonesia) pun tidak ada, atas kejadian ini saya berharap pemerintah, dalam hal ini Dinas tenaga kerja menindak tegas, menutup dan mempidanakan PT. Rankasa Indonesia Pimpinan Ana dan Hilmar atas perbuatannya yang merugikan masyarakat pencari kerja,” tegas Kobir

“Total kerugian saya secara materil Rp: 2000,000,-, saya dijanjikan untuk ditempatkan bekerja di perusahaan – perusahaan bonafit seperti PT. Lion, PT. Sinar Indo Mandiri Perkasa, Astra dan lain – lain, ternyata itu hanya bohong,” sesalnya.

Untuk membuktikan kebenaran informasi ini, wartawan Amunisinews.com mendatangi kantor PT Rankasa Indonesia di Pulogadung, Selasa (7/11/17) dan ditemui oleh Hilmar Sitorus.

Menurut Hilmar pihaknya hanya membantu merekomendasikan  calon pekerja ke beberapa perusahaan. “Kobir ini sudah dua kali kami rekomendasikan, yang pertama PT Lion dasn kedua PT Sinar Indo Mandiri Perkasa, namun dia tidak ada informasi kepada kami,” katanya.

Mendemngar hal itu, Kobir yang datang bersama wartawan menjawab,” Kata personalia PT Lon mereka tidak punya kerja sama dengan PT Rankasa, berartikan bohong,” terangnya.

Hilmar berkelit,” Kalau di situ tidak ada lowongan, kamu datang lagi ke sini dan saya akan kirim ke PT lain,” kilahnya.

“Ahh kalau seperti itu saya juga bisa lamar sendiri, gakusah disuruh-suruh. Setiap PT yang saya datangi bilang gak ada kerja sama dengan perusahaan ini. Ini hanya penipuan kembalikan uang saya,” kata Kobir.

“Saya akan kembalikan uang kamu seteah dua minggu dari surat pernyataan pengunduran diri yang kamu ajukan kepada kami,” sahut Hilmar.

Tak lama kemudian, ayah Kobir, Alwi  masuk dan membentak Hilmar,”Kembalikan uang saya hari ini juga atau perusahaan ini saya laporkan ke polisi,” tegasAlwi.

“Silakan lapor polisi, kami tidak takut,” jawab Hilmar dengan nada membentak.

Suasana pun ricuh dan hampir terjadi baku pukul, dan tiba-tiba keluarlah orang yang mengaku legal PT Rankasa yang tidak diketahui namanya serta menyatakan,” Sudah jangan ribut, kita selesaikan baik-baik,” ucapnya santai.

Akhirnya mediasi berjalan antara pihak Kobir dan PT Rankasa.

Pembiaran dari pihak pemerintah, baik penegak hukum, Dinas Tenaga Kerja, Walikota dan Instansi lainnya akan berdampak buruk pada masyarakat, walikota Jakarta timur harus bersinergi dengan kepolisian dan dinas tenaga kerja untuk menutup PT. Rankasa dan sejenisnya.

Pemprov DKI Jakarta harus melakukan penyelidikan terhadap perusahaan – perusahaan berkedok penyalur tenaga kerja di Wilayah DKI Jakarta guna meminimalisir korban penipuan berikutnya.

Editor Hendra Usmaya

 

 

(Visited 46 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *