Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / MEGAPOLITAN / RUBRRIK KESEHATAN: Cacar Ular, Bahaya Kalau Melingkari Tubuh?

RUBRRIK KESEHATAN: Cacar Ular, Bahaya Kalau Melingkari Tubuh?

dr Marrietta Sugiarti Sadeli

Oleh: dr Marrietta Sugiarti Sadeli

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – CACAR Ular atau yang dikenal sebagai Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Apabila seseorang pernah menderita cacar air, walaupun sudah teratasi, virus tersebut akan menetap dalam kondisi yang tidak aktif pada satu atau lebih pusat saraf.

Penyakit ini dapat timbul bila seseorang sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi ke kulit sehingga menimbulkan penyakit cacar ular.

Di kulit, virus akan bertambah banyak dan kemudian membentuk bintil – bintil kecil berwarna merah, berisi cairan pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut. Cacar ular lebih sering terjadi pada orang yang lanjut usia dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah (penderita AIDS, leukemia, lupus, dsb).

Gejala awal dari cacar ular adalah rasa nyeri. Rasa nyeri yang dialami dapat berupa rasa panas seperti terbakar atau rasa seperti tertusuk benda tajam. Selain keluhan di atas dapat juga muncul rasa gatal dan kebal/kebas pada kulit yang terkena. Kemudian ruam kemerahan akan muncul lalu berubah menjadi bintil – bintil berisi air yang gatal dan menyerupai bintil seperti pada cacar air, bintil tersebut pada umumnya berkelompok dan bergerombol menjadi satu.
Lalu bintil tersebut dapat pecah atau mengering sendiri dan berubah menjadi keropeng dalam beberapa hari. Sebagian kecil penderita cacar ular dapat  mengalami rasa nyeri tanpa disertai ruam kemerahan.

Gejala cacar ular hanya muncul pada satu sisi tubuh sesuai dengan alur saraf (dermatom) yang terinfeksi, sehingga tidak akan mungkin bisa melingkari tubuh, ini sebagai jawaban pertanyaan di atas bahwa cacar ular TIDAK BERBAHAYA karena memang tidak bisa melingkari tubuh.

Komplikasi cacar ular yang paling umum adalah suatu keadaan yang disebut nyeri pasca herpes (Post Herpetic Neuralgia) dimana penderita mengalami nyeri yang sangat parah di daerah yang terinfeksi, bahkan setelah ruam sudah teratasi. Rasa nyeri yang terjadi berat dan dapat membuat penderita menjadi lemah.
Pada umumnya nyeri ini dapat sembuh dalam beberapa minggu atau bulan, tetapi dapat juga berlangsung selama bertahun – tahun pada beberapa individu. Orang yang rentan menderita nyeri pasca herpes adalah orang yang lanjut usia (>60 tahun) dan orang yang tidak diobati dengan baik.

Cacar ular juga dapat menyebabkan komplikasi serius yang melibatkan mata (hingga kebutaan), pneumonia (radang paru-paru), masalah pendengaran, dan radang otak (ensefalitis). Komplikasi serius tersebut yang dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan cacar ular harus meliputi pengobatan rasa nyeri akibat infeksi, pencegahan terjadinya nyeri pasca herpes dan mengetahui cara penggunaan obat antiviral yang tepat.

Pada umumnya pengobatannya tidak berbeda dengan pengobatan cacar air.

Segera konsultasi ke dokter bila penyakit tidak kunjung sembuh dan terdapat komplikasi.

Semoga bermanfaat

(Visited 10 times, 1 visits today)

Simak Juga

Kajari Lambar Alex Rahman, SH.MH dan Kapolsek Pesisir tengah Fery Anda Eka dan anggotanya, OPD Pesisir barat, Kepala LP Krui, Organisasi PGRI, MKKS, APDESI,

Pisahsambut Kacab Kejari Krui, Sulisyadi ke Amriansyah

Oleh: Edisonsurya KRUI, AMUNISINEWS.COM- Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Liwa di Krui, Sulisyadi Sh, MH resmi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *