Jumat , 24 November 2017
Home / MEGAPOLITAN / Sejumlah Unit Rumah di JGC Diminta Disita

Sejumlah Unit Rumah di JGC Diminta Disita

Oleh Rukmana

erwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Kontraktor Perumahan Jakarta Garden City (JGC) di Jl. Cakung, Jakarta Timur, Erwin ST, meminta Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyita sejumlah unit bangunan diperumahan tersebut.

Bangunan yang diminta sebagai sita jaminan tersebut berada di Blok J 12, dengan tipe rumah 58 dan 90   No:50, 52, 56, 58, 60, 66, 68, 70, 72, 76, 82 karena tidak membayar lunas biaya pembangunan proyek kepada kontraktor.

Permintaan sita jaminan tersebut terkait gugatan terhadap Direktur Proyek Jakarta Garden City (JGC) Sami Meittinen yang berdomisili di Jl. Raya Cakung, Cilincing,KM,05, Cakung Timur, Rt 11 Rw 08 Jakarta Timur oleh Erwin ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Saya mohon jangan limpahkan gugatan saya kepada Jakarta Garden City di  Pengadilan Negeri Jakarta Timur kepada Badan Administrasi Negara Indonesia, (BANI), kalau itu dilakukan, saya akan laporkan hal ini ke Mahkamah Agung, saya tahu mengapa JGC selalu mengajak saya ke BANI untuk menyelesaikan sengketa ini, karena di BANI itu, siapa banyak uang dia akan menang, Pengadilan Negeri Jakarta Timur harus profesional dan segera  memutuskan gugatan saya terhadap JGC,” tegas Erwin.

Menurut Erwin, ST gugatannya kepada JGC ini berawal dari sebuah kontrak perjanjian kerjasama nomor surat: JGC/Contractor/029/2016 dan JGC/Contractor/030/2016 tentang pekerjaan proyek JGC . “Saya dikhianati, diingkari Sami Meittinen,” katanya Kamis (2/11/17) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Dalam perjanjian tersebut, pihak JGC berkewajiban membayar Kontraktor setelah Kontraktor mengerjakan proyek selama 30 hari, tentunya dengan syarat memenuhi progres kerja, namun ternyata JGC membayar saya pada bulan Juli 2016, padahal pekerjaan saya sudah mencapai 27% dan sudah tiga bulan proyek saya kerjakan, inilah awal pengkhianatan perjanjian oleh JGC terhadap perjanjian yang telah disepakati kontraktor dengan JGC,” ungkap Erwin.

“Sayapun on the track mengerjakan proyek JGC tersebut, saya dinilai berani oleh JGC, karena saya mengerjakan proyek JGC dengan modal awal dari mitra – mitra kerja saya, tentu dengan harapan bahwa saya memperoleh untung,” ujarnya.

Setelah saya mengerjakan proyek JGC selama hampir tiga bulan lebih, saya pun mengalami chasflow yang tersendat, karena saya dibayar pada hari ke 45, bukan hari ke 30 sebagaimana perjanjian yang disepakati, oleh karena itulah saya mengalami masalah keuangan yang mengganggu pekerjaan proyek JGC, tukang mulai menagih upah, material bangunan juga berkali – kali meminta dibayar, sedangkan saya selaku Kontraktor belum mendapatkan pembayaran dari JGC, padahal menurut penilaian tim JGC, progres saya sudah mencapai 31%, hasil penilaian ini bahkan ditanda tangani oleh tim dari JGC, namun ternyata pihak JGC tidak mau membayar  pekerjaan saya pada progres 31% dengan alasan belum waktu pembayaran, sedang saya sudah dikejar – kejar para pekerja dan material bangunan,” ujarnya.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pepatah yang tepat buat Erwin, pasalnya, kontrak kerja Erwin diputus sepihak oleh JGC, karena dinilai tidak berhasil menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perjanjian, padahal Erwin mempunyai bukti bahwa: berdasarkan surat nomor 017/JGC/PRJ/X/2016 tempo penyelesaian 7 pengerjaan proyek JGC diperpanjang seratus hari kedepan.

Namun ternyata sebelum jatuh tempo  yang diberikan, Erwin sudah diputus kontrak sepihak pada 22 desember 2016.

“Inilah awal malapetaka buat keluarga saya, kakak ipar saya meninggal akibat shock mendengar saya diputus kontrak oleh JGC, rumah tangga saya berantakan, sampai sayapun sekarang tinggal dengan mengontrak , bahkan saya dipenjara 13 hari di polres Jakarta Timur karena dilaporkan menipu oleh material yang saya belum bayar akibat diputusnya kontrak kerja oleh JGC dan pekerjaan saya tidak dibayar oleh JGC,” ungkap Erwin sedih.

 

Pernyataan Legal JGC

Kamis 09/11/17, amunisinews.com mencoba klarifikasi kepada pihak JGC terkait gugatan Erwin, amunisinews.com ditemui oleh Manalu dan Kristin selaku Legal JGC.

“Kami tidak akan memberikan klarifikasi, tidak ada yang perlu kami klarifikasi, berita ini (koran amunisi) sudah mencemarkan nama baik JGC dan kami bisa tuntut, Erwin tidak tahu apa yang menjadi kewajibannya kepada JGC dan kontraktor lain, silakan ikuti sidang atau konfirmasi kepada Sofian (kuasa hukum) JGC,” jelas Kristin di Club House JGC lantai 2 Jakarta Timur.

 

Editor Hendra Usmaya

 

(Visited 151 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *