Selasa , 16 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / Sering dibohongi Bawahan, Pengakuan Pradi Ini Buat Wartawan Terperangah

Sering dibohongi Bawahan, Pengakuan Pradi Ini Buat Wartawan Terperangah

Oleh John Hutapea

pengakuan pradi

DEPOK, AMUNISINEWS.COM – Acara ‘Ngobrol Santai Wartawan Bersama Tokoh Masyarakat Kota Depok’ yang digagas Komunitas Jurnalis Indonesia (KJI) dan Paguyuban Wartawan Depok di Rumah Kabeda, Kukusan, Beji, Depok, Sabtu (11/11/) sore, membuat para pewarta Kota Depok terperangah. Pasalnya, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku sering ‘dibohongi’ para bawahannya.

Kepada wartawan Pradi bercerita, komunikasi antara Wakil Walikota dengan bawahannya, dirasa sangat kurang. “Saya sering telat mendapat informasi terkait pelayanan dan pembangunan di Kota Depok,” ujarnya.

Menurut Pradi, informasi real sering dia dapatkan dari para wartawan, bukan dari birokrat maupun bawahannya

Ia mencontohkan, ada pembangunan infrastruktur oleh Pemkot Depok yang tengah dalam pengerjaan di Cilodong, Depok, tidak sesuai dengan bestek dan ketetapan yang seharusnya.

“Info itu gak saya dapat dari bawahan tapi justru dari wartawan. Ada wartawan yang bisikin saya, bang itu bangunannya tidak sesuai bestek, coba dicek. Saya langsung cek. Ternyata benar. Seharusnya pakai besi ulir 16, pas saya cek di sana kontraktornya pakai besi yang dibawahnya. Saya langsung suruh bongkar dan minta bangun lagi sesuai bestek,” kata Pradi.

Wartawan menurut Pradi,  kontribusi dalam memberikan informasi akurat juga kritik, merupakan sebuah hal positif yang harus diapresiasi dan ditindaklanjuti.

“Jadi idealnya saya mau bergandengan tangan dengan media atau wartawan, demi membangun Kota Depok ini. Kontribusi wartawan dalam membangun Depok ini luar biasa,” kata Pradi.

Bahkan kata dia jurnalis memiliki irama tersendiri dalam memberi masukan dan kritik ke pemerintah.

“Wartawan sangat bisa memainkan ritme hati kami dari karya jurnalistiknya, Ada hal yang kami anggap sederhana, biasa dan sepele, ternyata jadi angle bagus dalam pewartaan dan kami anggap pujian. Ada penghargaan yang kami anggap luar biasa, ternyata beritanya kecil sekali, dan dipojok pula,” kata Pradi.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmad, yang juga hadir di Rumah Kabeda sebagai salah satu tokoh masyarakat Depok menjelaskan tentang cara atasi kemacetan di Kota Depok.

Menurut Hasbullah, untuk mengatasi kemacetan di Kota Depok yang semakin parah, salah satunya harus dilakukan pelebaran jalan dan peningkatan kualitas jalan.

“Penyebab terjadinya kemacetan parah di Kota Depok lantaran jumlah kendaraan tidak sebanding dengan ruas jalan. Oleh karenanya, Pemkot Depok harus segera melebarkan jalan-jalan utama seperti Jalan Tole Iskandar, Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Cinere,” kata Hasbullah.

Dijelaskannya, Pemkot Depok harus segera lebarkan tiga jalan tersebut, bentangannya 32 meter, mulai drainase, trotoar, penghijauan jalan dan pembatas jalan.

“Memang tidak mudah merealisasikan hal tersebut, karena pembiayaannya sangat besar. Untuk pembebasan lahannya saja diperkirakan menelan anggaran Rp 2 triliun. Kalau dibebankan Pemkot Depok saja sangat tidak mungkin, karena biaya pembebasan ketiga jalan itu mencapai Rp 2 triliun. Oleh karena itu pemkot harus meminta bantuan pusat dan provinsi,” katanya,” pungkasnya.

 

Editor Hendra Usmaya

(Visited 39 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *