Jumat , 22 September 2017
Home / HUKUM-KRIMINAL / Spekulasi di Balik Kematian Atet, Kecelakaan atau Dibunuh?

Spekulasi di Balik Kematian Atet, Kecelakaan atau Dibunuh?

TONIDI (almarhum)
TONIDI (almarhum)

SINGKAWANG, AMUNISINEWS.COM — Kesedihan masih nampak dari raut muka Natalia Chairin istri dari Tonidi (alm). Wajah sedih pun terlihat dari wajah Lim Sung Mong, ayah dari Tonidi atau yang biasa dipanggil Atet. Kesedihannya itu nampak nyata ketika sepeninggal anaknya, Lim sering mengucapkan kalimat ‘selalu rindu’ dengan mendiang Atet.

Kamatian Atet, warga Sanggau Kulor, Singkawang Timur, Kalimantan Barat, yang menjadi misteri itulah yang kemudian membuat keluarganya luka sangat mendalam. Terlebih, barang-barang milik Atet yang ditemukan di lokasi kejadian di Jalan Peniti Kecil, Mempawah, Kalimantan Barat. tepatnya di Kilometer 28 depan SDN 18 oleh warga sekitar pada Rabu (30/8), menimbulkan spekulasi, apakah benar ayah dua anak itu meninggal karena kecelakaan ataukah tewas akibat penganiayaan berat.

Spekulasi muncul saat ditemukan secarik kertas berisi surat pernyataan. Surat itu  berisi pernyataan perdamaian dengan seorang pria bernama Sian Mung Piau.

Seminggu sebelum kematiannya, Atet ternyata sempat bersitegang dengan Sian Mung Piau. Seperti yang diutarakan rekan Atet, AC (36) kepada wartawan. “Sebelum meninggal Atet sempat bilang dipukul orang di Jalan Bhakti,” ujar AC. Ayah korban juga membenarkan hal tersebut, dan surat pernyataannya.

AYAH TONIDI
AYAH TONIDI

Atet sempat menfotokopi puluhan lembar surat pernyataan untuk ditunjukan kepada keluarga dan teman-temannya. “Atet kasih lihat surat itu untuk saya baca, saya tidak bisa baca, tapi dia bilang dipukul orang,”ujar ayah Atet.

Diduga perselisihan antara Atet dan Sian muncul akibat pengaruh alkohol. Wartawan AMUNI SI/amunisinews.com mencoba menelusuri surat pernyataan tersebut, berangkat dari informasi bahwa perselisihan terjadi di Jalan Bhakti, Singkawang.

Setibanya disana pada Jumat (1/08), wartawan berhasil menjumpai Sian Mung Piau untuk diwawancarai. Sian Mung Piau pun bercerita, Kala itu Atet berkunjung ke Jalan Bhakti guna mencari temannya, Atet datang dengan membawa botol kemasan air mineral yang berisikan arak putih. Sian Mung Piau menjelaskan akar permasa lahannya dengan Atet (alm), kala itu Atet dalam kondisi mabuk diminta oleh Sian untuk pulang, tetapi tidak digubris oleh Atet. Sian mengaku meminta berulang-ulang agar Atet pulang kerumahnya.

Dikarenakan tolakan dari Atet, perselisihanpun terjadi. Sian mengaku sempat mengibaskan tangannya ke arah Atet. Keesokan harinya, menurut Sian, Atet melaporkan perselisihan ini ke pihak kepolisian, Sian dipanggil untuk dimintai keterangan di Polres Singkawang.
“Saya dipanggil ke Polres, karena Atet melaporkan permasalahan ini, tentunya saya datang karena permasalahan kami hanya masalah sepele,” ujar Sian.

Sian menambahkan, bahwa surat pernyataan itu dibuat oleh pihak kepolisian dan polisi memediasi mereka pada saat itu. Saat itu, Sian mengaku sempat heran ketika Atet meminta untuk dibelikan obat yang mahal.

Menurut Sian, apa yang dilakukannya saat itu, tidak menyebabkan luka maupun goresan terhadap Atet. “Saya hanya mengibaskan tangan saja,” tandasnya.
Saat di tanya apakah mengenal Atet secara pirbadi? Sian menjawab bahwa dia tidak kenal Atet dan  bertemu pertama kali pada saat itu.

Sian juga menambahkan, selang beberapa hari setelah perselisihan tersebut, Atet sempat mendatangi dia untuk pamit ke Pontianak dan meminta maaf, tetapi Sian menduga pada saat itu Atet mengurungkan niatnya berangkat ke Pontianak.

“Atet datang minta maaf, pada saat itu dia ngomongnya aneh, dia bilang kedua anaknya masih kecil, apabila sewaktu-waktu dia mati kecelakaan di jalan raya, bagaimana?,” pungkas Sian yang mengaku aneh dan heran dengan ucapan Atet tersebut.

Surat pernyataan yang diduga mediasi tersebut tidak bermeterai dan bersaksikan atas nama Julianto dan Lie Djiu Djin, dibuat pada Selasa 22 Agustus pada pukul 12.45 Wib. Hingga kini Polres Mempawah masih melakukan penyelidikan.

Desakan DPRD
Spekulasi penyebab kematian Atet apakah tewas kaena kecelakaan atau terbunuh masih terus bergulir. Karena tempat kejadian perkara yang berada di wilayah hukum Polres Mempawah, atas arahan Kapol-res Singkawang AKBP Sandi, pihak keluarga Tonidi, pada Rabu (30/08) mendatangi Kepolisian Mempawah untuk melaporkan kasus ini.

Kapolres Singkawang menunjukan rasa empatinya, bahkan merogoh kocek sendiri untuk mengakomodasi pihak keluarga menuju Mempawah, mengingat pihak keluarga yang hidup dalam kemiskinan.

Kematian Atet masih dalam penyelidikan Polres Mempawah, tim gabungan Satlantas dan Satreskrim yang dipimpin Kanit Rekrim Polres Mempawah, Ipda Mutia telah mendatangi kediaman Atet guna mengamankan barang benda milik Atet yang ditemukan pada saat itu. Identifikasi juga dilakukan pada saat itu. Kesimpulan saat ini, pihak Kepolisian Polres Mempawah menduga Atet adalah korban tabrak lari.

“Kami simpulkan bahwa itu kasus tabrak lari, tapi bila kita te-mukan fakta lain di lapangan dengan adanya itu akan mempermudah kepolisian untuk mengusutnya,” ujar Ipda Mutia.

Sementara itu, pernyataan tegas agar pihak kepolisian mengusut tuntas dengan terang benderang, dikemukakan oleh anggota DPRD Kota Singkawang, Anewan. “Kematian Tonidi menjadi tanda tanya besar, saya menduga ada indikasi tindak kriminal dan harus ditelusuri,” ujar Anewan.

Anewan menambahkan bila memang Tonidi adalah korban tabrak lari, mengapa tidak terlihat jelas luka gores maupun lebam. “Tidak ada sedikitpun luka tersebut dibagian tubuhnya, hanya kepala yang luka seperti dihantam benda tumpul,” tegas Anewan.

Anggota DPRD yang juga ketua Fraksi Nasdem Dapil Timur-Selatan ini, meminta keadilan bagi warganya dan berharap pihak berwajib mengusut secara transparan dan profesional.

Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra yang ditemui wartawan saat melayat, juga meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan bila memang ditemukan kejanggalan dan bukti kuat. Sumberanto dalam kesempatan itu juga menghubungi Kapolres Mempawah via telepon.

Dalam interaksi telepon tersebut, Sumberanto meminta petunjuk dari Kapolres Mempawah terkait kematian warganya agar diusut tuntas. Jenazah Atet dikebumikan pada Senin 4 Agustus pukul 06.00 Wib.

Terbetik kabar bahwa isteri korban sebagai ahi waris telah menerima santunan kecelakaan lalu lintas dari Jasa Raharja. Penerimaan santunan tersebut memperkuat alibi polisi bahwa Atet meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Tetapi, kecelakaan yang bagaimana, memang perlu diperjelass agar tidak menimbulkan spekulasi baru. * bobon santoso

 

 

 

 

 

 

 

 

(Visited 27 times, 1 visits today)

Simak Juga

habiburakhman- perkara

Prihatin Dengan Pelaporan Terhadap Aktivis, ACTA Ajukan Uji Materiil Pasal 28 Ayat (2) UU ITE

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Prihatin dengan nasib sejumlah aktivis yang menyampaikan kritik, justeru dilaporkan menyebar ujaran kebencian di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *