Sabtu , 16 Desember 2017
Home / ADVETORIAL / SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL 2017

SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL 2017

ADVERTORIAL

Kota Surabaya Jadi Etalase Kolaborasi Budaya Berbagai Negara

Gelaran peserta senibudaya
Gelaran peserta senibudaya pada CCI di Surabaya – 2017

SURABAYA, AMUNISINEWS.COM – Surabaya akan menjadi panggung besar bagi bertemunya kreasi senibudaya negara-negara di dunia Juli ini, ribuan delegasi budaya dari berbagai negara dan berbagai daerah di Indonesia, akan menampilkan berbagai macam tari dan kesenian budaya di ajang Surabaya Cross Culture International (CCI) 2017. Tahun ini agenda tahunan ini telah memasuki penyelenggaraan ke-13 kali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menyampaikan, Agenda Surabaya Cross Culture International tahun ini yang pertama Folk Art Festival, terbagi dalam dua sesi. Untuk sesi pertama tanggal 9 Juli 2017, dimulai dengan festival tari Remo dan Yosakoi di halaman Taman Surya.
Lalu untuk sesi kedua, pada 16-20 Juli. “total pesertanya sebanyak 1.260. bahkan mungkin masih bertambah” Ujar Widodo Sebelum perform, seluruh peserta lintas budaya akan memparadekan/ memperkenalkan sekaligus mempromosikan budaya mereka pada Minggu (16/7 ). “mereka berjalan sepanjang 4,8 km dengan rute, start dari Taman Bungkul dan finish di Monumen Bambu runcing,” sambung Widodo.

Delegasi mancanegara yang tampil di Surabaya Cross Culture International berasal dari Tiongkok, Rusia, Slovakia, Kanada, Polandia, Thailand, dan Lithuania. Termasuk juga dari jepang, khusus untuk tari Yosakoi.

Sementara dari dalam negeri diantaranya dari Surabaya, Jogjakarta, Bali, dan Aceh. Festival CCI bakal di gelar di beberapa lokasi yang merupakan simbol kesenian kota Surabaya. Diantaranya di Balai Gedung Pemuda, Gedung eks-Siola, balai Budaya Surabaya. Serta di Taman bungkul, G-Walk Citraraya Surabaya, Ciputra World dan Royal Plaza.

Selain tarian, Surabaya Cross Culture International juga dimeriahkan oleh penampilan musik serta workshop seni dengan narasumber pelaku-pelaku seni dari luar Surabaya. Workshop seni ini akan menjadi ajang transfer ilmu bagi para pelaku seni dan para peserta Workshop tersebut.

Agenda CCI ini juga menjadi barometer bahwa Surabaya merupakan etalase bagi kolaborasi budaya. Tidak hanya budaya kota-kota di Indonesia. Tetapi juga budaya negara-negara Eropa dan Asia. Apalagi, mereka yang tampil di CCI merupakan orang asli dari negaranya, bukan orang Indonesia yang menampilkan tari-tarian dari negara luar. “Surabaya selama ini telah menjadi etalase budaya dari berbagai negara. Warga Surabaya bisa tahu bermacam tarian dari berbagai negara. Begitu pula delegasi negara asing, bisa mengetahui tarian Surabaya yakni Tari Remo,” sambung Widodo.
* irm/adv

(Visited 16 times, 1 visits today)

Simak Juga

Bupati Natuna Drs. H. Hamid Rizal, M.Si, saat mengambil sumpah jabatan para pejabat

Drs. H.A. Hamid Rizal M.Si, Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional Auditor di Pemkab Natuna

ADVERTORIAL NATUNA, AMUNISINEWS.COM —Bupati Natuna Drs. H.Abdul Hamid Rizal M.Si melantik PNS dalam Jabatan Pengawas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *