Jumat , 19 Januari 2018
Home / MEGAPOLITAN / Warga Nelayan Tolak Keras Pembangunan Pluit City

Warga Nelayan Tolak Keras Pembangunan Pluit City

nelayannelayan2-JAKARTA, AMUNISI- Warga masyarakat nelayan di lingkungan RW.011, 020, 021 Kel. Pluit Kec Penjaringan, Pemkot Adm Jakarta Utara serta sebagian warga lainnya menolak keras keputusan Pemda DKI Jakarta terkait pembangunan sarana perumahan yang bertaraf mewah di lingkup Grand Bay wilayah dari bagian institusi kelautan atau UPT Muara Angke Jakarta Utara. Sebagai pelaksana pengembangnya adalah PTAgung Sedayu dan PT Samudra Wahana WISESA
Namun isu yang berkembang di lapangan dan di ‘iya’ kan oleh H Kafidin, ketua RW 011 Kel Pluit tentang akan terjadi pro dan kontra pada pembangunan yang akan berjalan nanti, terbukti dengan adanya pengakuan tokoh masyarakat KH Tb Mukri yang diduga menggalang suara warga RW 01, 011 untuk menyetujui pembangunan proyek tersebut, hingga ada warga bernama Yudianto, H Jantok dengan caranya diduga dituding telah kumpulkan foto copy warga dan mendapatkan penggantian berupa uang sebesar 50 ribu rupiah untuk setiap foto copynya, dan dibenarkan. “Sebab ia pernah di tegurnya,” kilah Castam.
Isu lainnya juga akan mendatangi PTUN, yang mana beberapa sumber bertanya tanya, dalam kaitan apa ia kesana, apa terkait dengan proses pembangunan yang sedang berpolemik.
“Cara tersebut demi mendapatkan dukungan yang akan diperoleh agar menyetujui pembangunan proyek, oleh H Jantok merambah ke jamaah masjid di lingkungan RW 01, sebab ia adalah seorang anggota pengurus masjid,” ujar Castam selaku wakil ketua RW 011, juga ketua pengurus koperasi Rampus Jaya Muara Angke Jakarta Utara’’ yang beranggotakan para nelayan’ ujarnya pada Amunisi (07/10)
Atas dasar permasalahan tersebut, beberapa lapisan masyarakat yang terdiri para nelayan, juga yang bergabung pada LSM, siap melakukan demonstrasi damai, sebagai bagian dari unjukrasa atas tidak setuju adanya pelaksanaan pembangunan itu, mengingat dampak yang amat sangat membuat kehidupan para nelayan terhimpit, antara lain seperti, jalur perahu yang melingkar, juga sandar perahu di kemanakan, apalagi kondisi Kali Adem yang mendangkal, yang terindikasi akan tersisihnya para nelayan di Muara Angke, padahal para nelayan tersebut adalah warga penghuni yang sah, dan hal ini akan di kordinasikan pada institusi terkait. –h yus

(Visited 65 times, 1 visits today)

Simak Juga

IMG_20171109_101449

Sidang Ditunda, Penggugat JGC dan Investor Kecewa

Oleh Rukmana JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur tunda sidang gugatan Erwin, kontraktor Jakarta Garden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *