Kebudayaan Jadi Lokomotif Pembangunan Indonesia

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, Sumsel dibangun dengan budaya kebhinekaan yang sangat kokoh. “Sumatera Selatan memang dahsyat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dimana kebhinekaan sangat nyata, dari berbagai suku, agama dan golongan yang bermacam-macam tapi memang sangat kokoh,” kata Gus Muhaimin sapaan akrabnya saat melakukan dialog dan silaturahim secara virtual dengan tokoh adat, budayawan, agama, serta masyarakat Sumatera Selatan, Kamis 26 Agustus 2021.

Dalam acara ‘Gus Muhaimin Mendengar’ itu, ia setuju dengan gagasan yang menyatakan budaya sebagai lokomotif yang tidak terpisahkan dengan pembangunan ekonomi, sosial dan pembangunan lainnya.

“Saya setuju sekali dengan gagasan untuk meletakkan budaya sebagai lokomotif atau mainstream pembangunan yang tidak terpisahkan dengan ekonomi, sosial dan pembangunan lainnya,” kata Gus Muhaimin.

Salah satu tokoh masyarakat Sumsel yang juga Ketua Asosiasi Raja-Sultan, Sultan Iskandar Mahmud Badarudin menyampaikan aspirasinya dalam acara tersebut. Ia meminta Gus Muhaimin agar terus memperjuangkan RUU Masyarakat Adat. “Eksistensi Desa/Dusun serta masyarakat adat harus diakui dan diberikan keberlangsungan kehidupan oleh negara sesuai konstitusi,” katanya.

Lalu, Budayawan Sumsel, Vebri al Lintani menyampaikan pembangunan ekonomi dan sosial-budaya harus beriringan. Menurutnya, di Sumsel kekuatan budaya termasuk kerajaan budaya menjadi akar utama pembangunan di masyarakat.

“Mestinya seiring berjalan pembanguman ekonomi dan sosial-budaya. Khususnya di Sumsel kekuatan budaya (Kerajaan) menjadi akar utama pembangunan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh agama yang juga Ketua RMI NU Sumsel, KH M Syarif Chumas Asyawali yang menyampaikan bahwa Perda Pesantren perlu dukungan penuh dari pemerintah pusat. Di Sumsel, katanya, lebih dari 400 pesantren yang butuh sentuhan pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia.

“Perlu dorongan Perda Pesantren untuk Sumsel dari pemerintah pusat, agar ada efek positif bagi Pesantren di Sumsel,” ungkapnya.

Menanggapi soal pesantren, Gus Muhaimin menyampaikan, Pemerintah Pusat atau Presiden Jokowi telah memberikan perhatian kepada Pondok Persantren. Ia telah menandatangani UU Pesantren tersebut. Tinggal daerah untuk menindaklanjutinya.

“Pak Jokowi sudah memulai soal pesantren, yang lain tinggal menindaklanjuti. Kita apresiasi Presiden Jokowi yang telah berkomitmen dalam mendukung pesantren. Kita akan dorong terus,” ungkapnya. (Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Penguatan DPD Ciptakan Dorongan dalam Memperjuangkan Aspirasi Daerah

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan jika DPD merupakan sebuah lembaga perwakilan daerah yang memiliki peran sangat besar dalam...

Berita Lainnya