Berziarah ke Sejumlah Makam, Gus Jazil: Jangan Lupakan Ulama!

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berziarah ke makam sejumlah wali dan para tokoh tempo dulu, sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus penghargaan kepada para pejuang dan ulama terus dilakukan. Gus Jazil berziarah ke sejumlah maqbarah atau makam para ulama dan wali. Seperti Makam Sunan Kalijaga atau Raden Said di Kadilangu, sekitar 2 km dari pusat kota Demak atau Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari kesembilan Wali Songo, penyebar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kerajaan Demak.

Selain itu, juga berziarah ke makam Raden Patah atau Raden Fattah, pendiri dan pemimpin atau raja pertama Kesultanan Demak pada tahun 1478/1500 hingga 1518. Juga berziarah ke Makam Sultan Trenggono alias Pate Rodim, raja ketiga Kesultanan Demak yang memerintah pada tahun 1521-1546 yang juga berada di Komplek Pemakaman Masjid Agung Demak.

Gus Jazil juga berziarah ke Makam Syekh Ahmad Mutamakkin atau yang juga dikenal dengan sebutan Ki Cebolek di Kajen, Pati, Jawa Tengah, dan juga Makam Mbah KH Sahal Mahfudh, ulama terkemuka yang pernah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di areal pemakaman yang sama dengan Syekh Mutamakkin.

“Sebagai wakil ketua MPR saya memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan mengajak warga bangsa ini untuk selalu mengenang dan menghargai jasa para pahlawan dan ulama yang telah banyak berjuang untuk negeri ini. Adanya Indonesia ini adalah kelanjutan dari perjuangan Sunan Kalijogo, Sultan Demak, dan para wali serta ulama tempo dulu. Kita ini hanya menikmati dari apa yang sudah dirintis beliau-beliau itu,” kata Gus Jazil, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Karena itu, tutur Gus Jazil, bangsa ini tidak boleh melupakan jasa para wali dan ulama tempo dulu. ”Dan ini menjadi jargon kami, Jas Hijau: jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama,” tutur Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Apalagi di era pandemi ini, kata Gus Jazil, semangat kebersatuan dan kepedulian untuk menghargai para perjuang, harus digunakan sebagai semangat dan kekuatan untuk bangkit dari keadaan. Juga memperkuat semangat silaturahmi. ”Karena kita tahu, kita semua sekarang dalam kesulitan. Mudah-mudahan kita semua bangsa Indonesia segera bebas dari pandemi korona,” pungkasnya. (Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Penguatan DPD Ciptakan Dorongan dalam Memperjuangkan Aspirasi Daerah

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan jika DPD merupakan sebuah lembaga perwakilan daerah yang memiliki peran sangat besar dalam...

Berita Lainnya