Bertemu Menteri Industri dan Teknolgi Turki, Rachmat Gobel Bahas Dirgantara dan Ruang Angkasa

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengadakan pertemuan dengan Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank. Pertemuan berlangsung di sela-sela pameran teknologi dan kedirgantaraan Teknofest di Bandara Ataturk, Istanbul, Selasa (21/9/2021). “Kami memiliki pemahaman yang sama bahwa Indonesia dan Turki harus menjalin kerja sama teknologi kedirgantaraan dan ruang angkasa,” kata Gobel, Rabu (22/2/2021) di Jakarta.

Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam pameran teknologi dan kedirgantaraan tersebut. Indonesia diwakili PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Inka, dan sejumlah universitas di Indonesia. Di ajang kompetisi teknologi, sejumlah perwakilan mahasiswa dari tujuh universitas juga ikut berlomba.

Disaksikan Rachmat Gobel dan sejumlah anggota DPR serta Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, Dirut PTDI Elfien Goentoro menandatangani nota kerja sama dengan Turkey Aerospace Industries (TAI). Kedua pihak bersepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan pesawat N219 milik PTDI, pengembangan kapasitas dan sumberdaya manusia, serta kerja sama teknologi masa depan.

PTDI memiliki kekuatan dalam teknologi pesawat komersial, sedangkan TAI memiliki kekuatan dalam teknologi pesawat militer. Namun kedua pihak sama-sama terbiasa memproduksi suku cadang pesawat-pesawat komersial milik Boeing maupun Airbus.

PTDI juga menandatangani naskah kerja sama dengan Hava Elektronik Sanayi ve Ticaret AS (Havelsan) tentang simulator pesawat untuk pesawat N219. PTDI telah merancang pesawat baru N219 dan akan segera memproduksinya.

“DPR terus mendorong dan menginisiasi agar Indonesia makin kuat dalam teknologi dirgantara. Apa yang sudah diwariskan Pak BJ Habibie harus diteruskan dan ditingkatkan,” kata Gobel.

Dalam pertemuan dengan Varank, Gobel didampingi Lalu Muhamad Iqbal, Jazuli Juwaini (Fraksi PKS), Anton Sukartono Suratto (Fraksi Partai Demokrat), Bambang Patijaya (Fraksi Partai Golkar), dan Vera Febyanthi (Fraksi Partai Demokrat). “Pertemuan berlangsung sangat produktif. Banyak kesepahaman antara kedua negara,” kata Gobel.

Turki telah memproduksi banyak pesawat untuk kepentingan pertahanan seperti pesawat tempur, pesawat helikopter, pesawat tanpa awak (drone), dan lain-lain. Semua produk tersebut dipamerkan di ajang Teknofest. Semua produk juga telah teruji dalam operasi-operasi militer Turki di Timur Tengah.

Turki juga merupakan salah satu pengguna pesawat CN235, produksi bersama Casa Spanyol dan PTDI. “Turki akan belajar dari Indonesia untuk teknologi pesawat sipil, dan Indonesia akan belajar dari Turki untuk teknologi pesawat militer,” kata Gobel.

(Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya