Di Usia 17 Tahun, Najamudin Sebut DPD Masih ‘On the Track’

Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan, 17 tahun DPD mencoba membangun institusi kelembagaan yang betul-betul diharapkan, khususnya oleh masyarakat daerah.

“Dan, itu menurut kami, hari ini 17 tahun, itu kita masih on the track. Bagaimana harapan masyarakat daerah yang begitu tinggi. Hanya saja ekspektasi yang luar biasa di daerah itu, memang belum dibarengi dengan posisi dan kewenangan lembaga yang yang kuat, PR kami di situ. PR kita di situ. Bagaimana memastikan ke depan agar lembaga dewan perwakilan daerah itu benar-benar, menjadi di perwakilan yang kuat, yang menghadirkan check and balance, sehingga ke depan semua produk yang dibuat oleh negara, baik itu eksekutif maupun legislatif sendiri, bisa betul-betul dibuat sistemnya itu, check and balances yang kuat, intinya itu,” katanya di Jakarta, Jumat (1/10/2021)

Saat ditanya apakah ada target untuk penguatan DPD ini bisa terealisasi sebelum 2024, senator asal Bengkulu itu mengatakan, istilah penguatan itu memang lebih banyak identik dengan keharusan amendemen. “Itu memang posisi yang paling ideal, pintunya itu ada di konstitusi.

Tetapi kami tidak berhenti, harus atau wajib melalui amendemen karena posisi penguatan itu sendiri pintunya banyak, baik melalui undang-undang yang harus judicial review, tetapi yang paling ideal penguatan DPD itu melalui amendemen.

Kami sekali Lagi tidak bicara tentang personal tetapi bicara DPD sebagai lembaga yang dihadirkan untuk menyempurnakan sistem ketatanegaraan, jadi orang orang daerah itu pintunya, formalnya itu melalui DPD, jadi sudah selayaknya aspirasi daerah itu melalui pintu DPD,” jelasnya.

Ditambahkan, DPD dilahirkan dari aspirasi masyarakat daerah, di satu sisi selalu mengingatkan bahwa, ini Nusantara, negara ini atau negeri ini, berdiri bukan karena partai-partai politik berkumpul tetapi karena daerah-daerah yang yang menyatakan kebersatuannya.

“Seperti dulu ada Jong Ambon, Jong Sumatera, jadi sampai hari ini keanekaragam Nusantara yang luar biasa, bahkan mungkin salah satu negara terunik di dunia masih kita pertahankan sampai hari ini, bahkan makin eksis. Jangan lupa dengan modernisasi dunia, dengan demokrasi yang semakin hari semakin berkembang, kita tidak boleh luput dari akar kita bahwa adalah Nusantara kita pada akumulasi semua keanekaragaman budaya Nusantara kita,” pungkasnya. (Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya