Berat badan terus bertambah meski merasa pola makan tidak banyak berubah? Kondisi ini bisa membuat Anda bertanya-tanya apakah ada masalah kesehatan yang mendasarinya. Salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan adalah hipotiroid, yaitu ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.
Benarkah hipotiroid menyebabkan berat badan naik? Jawabannya, ya, tetapi hubungannya tidak sesederhana metabolisme lambat lalu lemak langsung menumpuk. Retensi cairan, tingkat aktivitas, dan faktor kesehatan lain juga berperan. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Hipotiroid?
Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu mengatur penggunaan energi, suhu tubuh, denyut jantung, serta kerja berbagai organ.
Pada hipotiroid, produksi hormon tiroid tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Akibatnya, sejumlah proses tubuh berjalan lebih lambat. Penyebabnya beragam, antara lain penyakit autoimun Hashimoto, operasi pengangkatan tiroid, terapi yodium radioaktif, atau pengaruh obat tertentu.
Gangguan asupan yodium juga dapat memengaruhi fungsi tiroid. Namun, tidak semua hipotiroid disebabkan kekurangan yodium, sehingga mengonsumsi suplemen yodium tanpa pemeriksaan bukan solusi yang tepat.
Mengapa Hipotiroid Bisa Membuat Berat Badan Naik?
1. Penggunaan energi saat istirahat menurun
Hormon tiroid membantu mengatur metabolisme basal, yaitu energi yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar saat beristirahat. Ketika kadarnya rendah, kebutuhan energi dapat menurun. Jika asupan makanan tetap sementara pengeluaran energi berkurang, berat badan bisa bertambah.
2. Tubuh menahan garam dan air
Sebagian kenaikan berat badan akibat hipotiroid berasal dari penumpukan garam dan air, bukan hanya lemak. Kondisi ini dapat membuat wajah terlihat sembap atau tubuh terasa membengkak. Karena itu, perubahan angka timbangan tidak selalu mencerminkan bertambahnya lemak tubuh.
3. Kelelahan mengurangi aktivitas
Hipotiroid dapat menyebabkan mudah lelah, mengantuk, serta nyeri atau kelemahan otot. Keluhan tersebut bisa membuat seseorang lebih jarang bergerak. Berkurangnya aktivitas sehari-hari kemudian ikut memengaruhi keseimbangan energi.
Kenaikan berat badan yang berkaitan langsung dengan hipotiroid biasanya relatif terbatas, sering kali beberapa kilogram, meskipun berbeda pada setiap orang. Kenaikan yang sangat besar umumnya tidak dapat dijelaskan oleh hipotiroid saja. Pola makan, kurang tidur, obat-obatan, dan kondisi kesehatan lain tetap perlu dipertimbangkan.
Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan
Berat badan naik saja tidak cukup untuk memastikan hipotiroid. Kecurigaan menjadi lebih kuat jika perubahan berat badan muncul bersama beberapa keluhan berikut:
- Mudah lelah atau merasa kurang bertenaga.
- Lebih sensitif terhadap suhu dingin.
- Sulit buang air besar atau sembelit.
- Kulit kering dan rambut menipis.
- Wajah tampak sembap.
- Sulit berkonsentrasi atau suasana hati menurun.
- Menstruasi lebih banyak atau tidak teratur.
- Denyut jantung lebih lambat dari biasanya.
Gejala tersebut sering berkembang perlahan dan dapat menyerupai kondisi lain. Sebagian orang dengan hipotiroid ringan bahkan tidak mengalami keluhan yang jelas. Sebaliknya, tidak semua orang dengan berat badan berlebih memiliki gangguan tiroid.
Bagaimana Cara Memastikannya?
Dokter akan menilai gejala, riwayat kesehatan, penggunaan obat, dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan darah yang umum digunakan adalah TSH dan tiroksin bebas atau FT4.
Pada hipotiroid primer yang nyata, TSH biasanya meningkat dan FT4 menurun. TSH adalah hormon dari kelenjar hipofisis yang memberi sinyal kepada tiroid untuk menghasilkan hormon. Ketika produksi hormon tiroid berkurang, sinyal ini biasanya meningkat.
Jika TSH meningkat tetapi FT4 masih normal, kondisi tersebut dapat disebut hipotiroid subklinis. Kondisi ini tidak selalu langsung membutuhkan obat. Keputusan penanganannya bergantung pada hasil pemeriksaan, gejala, usia, kehamilan, dan faktor lainnya. Pemeriksaan antibodi tiroid terkadang diperlukan untuk membantu mencari penyebabnya.
Apakah Berat Badan Akan Turun Setelah Diobati?
Penanganan utama hipotiroid adalah penggantian hormon tiroid menggunakan levotiroksin sesuai resep dokter. Setelah kadar hormon kembali sesuai kebutuhan, metabolisme dan keseimbangan cairan dapat membaik. Sebagian berat badan mungkin turun, terutama bagian yang berkaitan dengan retensi cairan.
Namun, pengobatan hipotiroid tidak menjamin berat badan langsung kembali seperti semula. Lemak tubuh yang sudah bertambah, pola makan, aktivitas, dan faktor lain tetap berpengaruh. Perubahan juga membutuhkan waktu, sehingga hasilnya tidak tepat dinilai hanya dalam beberapa hari.
Dokter biasanya memeriksa kembali TSH sekitar 6–8 minggu setelah pengobatan dimulai atau dosis diubah, meskipun jadwalnya dapat berbeda sesuai kondisi. Jangan menambah dosis sendiri demi mempercepat penurunan berat badan. Kelebihan hormon tiroid dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung dan pengeroposan tulang.
Cara Mengelola Berat Badan dengan Aman
- Minum obat secara konsisten. Ikuti petunjuk dokter. Levotiroksin umumnya diminum saat perut kosong, 30–60 menit sebelum sarapan. Suplemen zat besi dan kalsium biasanya perlu diberi jarak setidaknya empat jam karena dapat mengganggu penyerapannya.
- Atur makan secara seimbang. Utamakan sayuran, buah, sumber protein, dan makanan berserat. Sesuaikan porsi dengan kebutuhan, bukan melalui diet ekstrem.
- Tingkatkan aktivitas bertahap. Mulailah dengan berjalan kaki atau aktivitas ringan sesuai kemampuan. Tambahkan latihan kekuatan ketika kondisi memungkinkan.
- Jaga tidur dan pantau perkembangan. Tidur cukup membantu pengaturan nafsu makan. Timbang berat badan secara berkala dalam kondisi serupa agar perubahan lebih mudah dinilai.
- Hindari suplemen sembarangan. Produk pelangsing atau suplemen yang diklaim mendukung tiroid belum tentu aman. Yodium berlebihan justru dapat memperburuk gangguan tiroid tertentu.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi?
Periksakan diri jika berat badan naik tanpa penyebab jelas, terutama bila disertai mudah lelah, sembelit, sensitif terhadap dingin, atau perubahan menstruasi. Konsultasi juga penting jika Anda memiliki riwayat penyakit tiroid, sedang hamil, atau merencanakan kehamilan.
Kesimpulannya, hipotiroid memang dapat menyebabkan berat badan naik melalui penurunan penggunaan energi dan retensi cairan. Namun, diagnosis tidak dapat dibuat berdasarkan timbangan saja. Pemeriksaan yang tepat, pengobatan sesuai kebutuhan, dan kebiasaan hidup sehat merupakan langkah utama untuk mengelolanya.






