Memahami makanan yang harus dihindari penderita hipertiroid dapat membantu mengendalikan gejala tanpa membuat pola makan terlalu ketat. Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Keluhannya dapat berupa jantung berdebar, mudah berkeringat, tangan gemetar, sulit tidur, hingga berat badan turun meskipun nafsu makan meningkat.
Meski makanan tertentu perlu diperhatikan, tidak ada satu daftar pantangan yang berlaku untuk semua pasien. Pilihan makanan perlu disesuaikan dengan penyebab hipertiroid, kondisi gizi, dan pengobatan yang dijalani. Pola makan membantu mendukung pemulihan, tetapi tidak menggantikan obat atau terapi dari dokter.
Mengapa Asupan Yodium Perlu Diperhatikan?
Yodium merupakan bahan baku pembentukan hormon tiroid. Pada sebagian orang dengan gangguan tiroid, asupan yodium yang terlalu tinggi dapat memicu atau memperburuk produksi hormon berlebih. Karena itu, sumber yodium pekat dan suplemen yang mengandung yodium perlu mendapat perhatian khusus.
Namun, bukan berarti semua penderita hipertiroid harus menghilangkan yodium sepenuhnya. Diet rendah yodium tidak rutin diperlukan untuk setiap pasien. Jangan langsung membuang garam beryodium, menghentikan semua produk susu, atau menghindari seluruh makanan laut tanpa arahan tenaga kesehatan. Pembatasan berlebihan justru dapat menyulitkan pemenuhan kebutuhan gizi.
Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari atau Dibatasi
1. Rumput Laut dengan Kandungan Yodium Tinggi
Rumput laut, terutama kelp dan kombu, dapat mengandung yodium dalam jumlah sangat tinggi. Kandungannya berbeda-beda menurut jenis, asal, dan cara pengolahan, sehingga ukuran porsi saja tidak selalu menggambarkan banyaknya yodium yang masuk.
Hindari konsumsi rutin rumput laut berkadar yodium tinggi, termasuk bubuk kelp dan kaldu kombu pekat. Jika sering mengonsumsi nori, wakame, atau camilan rumput laut, tanyakan kepada dokter mengenai porsi dan frekuensi yang sesuai. Produk berbahan alami tetap bisa memberikan yodium berlebihan.
2. Suplemen Yodium dan Produk Pendukung Tiroid
Suplemen yodium, tetes yodium, serta produk yang dipasarkan untuk mendukung fungsi tiroid sebaiknya tidak dikonsumsi sendiri oleh penderita hipertiroid. Sebagian produk dapat mengandung yodium dosis tinggi atau bahan aktif lain yang memengaruhi hormon tiroid.
Periksa komposisi multivitamin, minuman kesehatan, dan suplemen herbal. Cari istilah seperti iodine, iodide, kelp, atau ekstrak rumput laut. Jika suplemen diberikan oleh dokter, konsultasikan sebelum menghentikannya, terutama saat hamil atau menyusui karena kebutuhan gizinya memerlukan penilaian khusus.
3. Kopi, Teh Pekat, dan Minuman Energi
Kafein tidak selalu meningkatkan hormon tiroid, tetapi dapat memperberat keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, tangan gemetar, dan insomnia. Sumbernya antara lain kopi, teh pekat, minuman energi, sebagian minuman bersoda, serta suplemen pralatihan olahraga.
Batasi atau hindari produk tersebut jika gejala muncul setelah mengonsumsinya. Tidak ada batas kafein yang cocok untuk semua penderita hipertiroid; toleransi bergantung pada kondisi jantung, tingkat keparahan gejala, dan kebiasaan konsumsi. Air putih atau minuman tanpa kafein dapat menjadi pilihan pengganti. Kopi dekafein pun masih dapat mengandung sedikit kafein.
4. Makanan Tinggi Gula Tambahan dan Minim Gizi
Minuman manis, permen, kue, dan camilan rendah zat gizi bukan penyebab langsung hipertiroid. Namun, makanan tersebut sebaiknya tidak menjadi sumber energi utama, meskipun berat badan sedang turun. Tubuh tetap membutuhkan protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga otot serta tulang.
Jika membutuhkan tambahan kalori, pilih makanan padat gizi seperti telur, tempe, tahu, kacang-kacangan, atau produk susu sesuai toleransi dan arahan diet. Alkohol juga sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bila mengganggu tidur, memicu berdebar, atau ada masalah hati. Tanyakan keamanannya selama menggunakan obat antitiroid.
Apakah Ikan, Susu, dan Telur Harus Dipantang?
Tidak selalu. Makanan laut, susu, dan kuning telur merupakan sumber yodium, tetapi tidak otomatis terlarang bagi semua penderita hipertiroid. Kandungan yodium bervariasi, dan makanan tersebut juga menyumbang protein serta zat gizi penting.
Pembatasan lebih ketat mungkin diperlukan jika dokter meminta diet rendah yodium sebagai persiapan terapi yodium radioaktif. Diet ini biasanya bersifat sementara, sering kali sekitar satu hingga dua minggu sebelum terapi, dengan durasi sesuai protokol fasilitas kesehatan.
Dalam situasi tersebut, tim medis dapat meminta pembatasan garam beryodium, makanan laut, produk susu, kuning telur, dan bahan tertentu dalam makanan kemasan. Ikuti daftar tertulis dari fasilitas yang merawat Anda. Diet rendah yodium tidak sama dengan diet rendah garam, dan tidak perlu diteruskan tanpa batas.
Makanan yang Tetap Penting Dikonsumsi
Hipertiroid dapat meningkatkan kebutuhan energi dan mempercepat kehilangan massa otot. Penyakit yang tidak terkontrol juga dapat mengganggu kesehatan tulang. Karena itu, pola makan sebaiknya tetap bervariasi.
- Protein: pilih ayam, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau ikan jika tidak sedang dibatasi.
- Sumber energi: konsumsi nasi, kentang, oat, dan sumber karbohidrat lain sesuai kebutuhan.
- Sayur dan buah: variasikan jenisnya untuk memperoleh serat, vitamin, dan mineral.
- Kalsium dan vitamin D: penuhi melalui makanan yang sesuai; kebutuhan suplemen sebaiknya dinilai oleh tenaga kesehatan.
Brokoli, kol, dan kedelai dalam porsi makan biasa umumnya tidak perlu dipantang. Sebaliknya, mengonsumsinya secara berlebihan atau sebagai jus pekat juga bukan cara mengobati hipertiroid. Diet bebas gluten tidak diperlukan kecuali terdapat penyakit celiac atau alasan medis lain.
Kapan Perlu Berkonsultasi?
Mintalah bantuan dokter atau ahli gizi jika berat badan terus turun, sulit memenuhi kebutuhan makan, sedang hamil, atau akan menjalani terapi yodium radioaktif. Segera cari pertolongan medis jika muncul demam tinggi disertai jantung sangat cepat, sesak, atau kebingungan.
Intinya, prioritaskan menghindari yodium berlebihan dan membatasi pemicu gejala, bukan melarang semua makanan bergizi. Tetap jalani pengobatan dan pemeriksaan hormon tiroid sesuai jadwal agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.






